KATO

 

Baru selesai membaca buku Indonesia Di Mata Orang Jepang karya Hisanori Kato menjadi menyentuh. Sebuah buku catatan ringan tentang pengalaman orang Jepang berada di Indonesia.

Awalnya kato merasa benar-benar menjadi orang asing di jakarta. Dia merasa tidak bisa memahami orang Indonesia. Karena tidak bisa memahami, Kato tidak bisa berkomunikasi dengan orang Indonesia. Hingga suatu ketika dia punya ide gila: mengamen di bis bersama rekan Jepangnya. Selesai mengamen dia mendapat tepuk tangan riuh dari seluruh penumpang. Kato mendatangi penumpang satu per satu sambil menadahkan topi, semuanya memberi uang. Sejak itu Kato punya pandangan lain terhadap orang indonesia. Sebuah pandangan yang membuatnya mampu membuka komunikasi dengan orang indonesia. Pandangan itu terjadi karena adanya empati. Kita pun berempati pada kato. Seakan-akan kita menangkap ketulusan Kato untuk bersahabat.

Empati dan komunikasi menjadi sangat terkait. Sebuah komunikasi tanpa empati adalah komunikasi yang tidak meninggalkan jejak apa-apa. Sebuah komunikasi yang dilandasi empati akan memberikan inspirasi yang bertahan jauh lebih lama.

(28 April 2015)

TERLAMBAT

 

Seorang teman mengeluh seandainya dia bermain saham sejak umur 25, sekarang mungkin tidak perlu bekerja karena sudah berkelimpahan uang. Seorang teman yang lain merasa terlambat mulai menabung: seandainya dia mulai menabung sejak umur 19, 10 tahun lagi dia akan mendapatkan uang Rp 3 milyar (entah darimana hitungan ini)

Setiap orang rasanya ada satu bagian dari hidupnya yang merasa terlambat.

Bedanya, ada yang menyesali keterlambatannya hingga merasa minder untuk berkompetisi dengan orang-orang yang lebih dulu ada di bidang tersebut. Ada yang merasa terlambat dan kemudian menetapkan deadline yang sangat ketat untuk bersaing dengan orang-orang yang lebih dulu ada di bidang tersebut. Ada yang merasa terlambat dan kemudian berusaha keras menemukan cara agar dia mampu menjadi unik dan berbeda dari orang-orang yang lebih dulu ada di bidang tersebut. Silakan anda pilih sendiri dari pilihan-pilihan tersebut ketika anda merasa terlambat.

(27 April 2015)

SELESAI

 

Dalam wilayah kreativitas, tidak ada sesuatu yang selesai. Hasil dari pemikiran kemudian lahir ide, lalu direalisasikan menjadi sebuah produk/jasa/prosedur. Setelah produk/jasa/prosedur dihasilkan bukan berarti telah selesai. Kreativitas pasti menuntut untuk menyempurnakan. Atau kreativitas melihat bahwa seiring berjalannya waktu, sebuah produk/jasa/prosedur menjadi tidak sempurna sehingga diperlukan ide-ide baru lagi yang pada gilirannya perlu upaya-upaya baru lagi untuk merealisasikan. Siklus terus berputar spiral. Kreativitas tidak pernah berujung pada satu titik. Tiap kali itu menjadi titik, sebenarnya itu bukan titik yang sempurna karena masih harus dilanjutkan gerakan-gerakan spiral yang baru.

Jadi sebenarnya kreativitas adalah keseharian kita sebagai manusia. Kita adalah kumpulan berbagai hal yang tidak selesai. Kita berusaha menyelesaikan satu per satu. Ketika yang satu selesai, yang lain sedang menunggu upaya penyelesaian dari kita. Begitu seterusnya. Dan itu menjadi takdir kita sebenarnya: tidak pernah selesai. Ketika kita menganggap sudah selesai, maka selesai lah kita.

(25 April 2015)

5 VS 77

 

Pendapatan novel Harry Potter dari buku saja mencapai Rp 77 Trilyun. Sedangkan jumlah omzet industri perbukuan indonesia selama setahun sekitar rp 5 trilyun. Berarti penjualan harry potter setara dengan omzet industri perbukuan indonesia selama 15 tahun ! Mungkinkah ada buku indonesia yang mampu booming dengan nilai minimal 1% saja dari penjualan novel harry potter atau sekitar Rp 770 milyar ? Jika harga buku itu Rp 80.000 maka berarti harus jual 9.625.000 eksemplar untuk bisa mencapai Rp 770 milyar. Mampukah ? Harus ! Laskar pelangi berhasil menjual 1,2 juta eksemplar. Berarti mesti ditingkatkan 9 kali lagi. Dalam kreativitas memang tidak ada hitung-hitungan seperti ini. Tapi hitung-hitungan ini mungkin perlu untuk memancing mimpi lebih tinggi lagi.

(24 April 2015)

TEMAN

 

Pernahkah anda meng-unfollow orang dalam twitter ? Atau berapa banyak anda telah meng-unfriend orang-orang yang ada dalam daftar teman anda di facebook ? Mungkin sebagian alasan anda meng-unfollow atau meng-unfriend itu karena emosional. Anda tidak setuju dengan beberapa tweet orang tertentu atau merasa terganggu dengan status orang tertentu di facebook sehingga anda memutuskan untuk tidak berelasi lagi dengan orang tersebut di dunia internet. Nasehat yang dulu sering kita dengar adalah semakin banyak teman adalah semakin baik. Tapi dalam dunia yang saling terkoneksi di dunia internet, kata “punya banyak teman” adalah sesuatu yang tidak langsung bisa menjelaskan orang tersebut pintar berteman atau tidak.

Lepas dari punya banyak teman atau tidak di media sosial, kemampuan kita memelihara relasi sangat sangat terbatas. Dunbar menyebut angka 150. Artinya kemampuan kita memelihara relasi sosial itu paling banyak itu dengan 150 teman. Jadi kalau ada orang yang meng-unfollow atau meng-unfriend itu bukan dalam rangka memutuskan silaturahmi tapi sekedar fokus pada jumlah yang memang bisa dipeliharanya untuk menjadi relasi sosial yang stabil.

Dan ketika di facebook teman sudah lebih dari 5000 sehingga harus membuat akun baru lagi, pertanyaan yang harus dijawab adalah kita sedang memelihara relasi dengan teman atau memelihara relasi dengan para fans atau pengagum kita ?

(23 April 2015)

SAFETY ZONE

 

Istilah comfort zone sudah sangat sering disebut. Lepas dari pemaknaan yang betul atau tidak.

Seth Godin menambah satu istilah lagi yang sangat jarang disebut: safety zone. Ada perbedaan antara comfort zone dan safety zone. Seorang pendaki gunung yang paham kapan dia berada di luar safety zone akan merasakan gangguan terhadap comfort zone-nya sehingga dia menunda pendakian sampai keesokan harinya. Seluruh kehidupan kita, menurut godin, adalah persoalan koordinasi antara comfort zone dan safety zone. Belajar kapan saatnya menekan, kapan saatnya mundur, memahami bagaimana rasanya jika berhadapan dengan sesuatu yang tampaknya berbahaya. Sampai suatu titik dimana kita tidak punya waktu lagi untuk terus-terus menerus mengevaluasi safety zone kita. Kita pun hanya berkonsentrasi pada comfort zone. Akhirnya kita pun berasumsi bahwa apa pun yang membuat kita nyaman (comfort zone) pasti membuat kita aman (safety zone). Zaman berubah, dunia ekonomi berubah. Segala aturan berubah. Akibatnya: safety zone ikut berubah, tapi comfort zone tidak berubah.

Menurut Godin, kita melakukan kesalahan. Kita menetapkan sebuah safety zone yang tidak cukup kuat yaitu safety zone yang bertumpu pada otoritas dan kepatuhan. Kita membangun comfort zone di antara sikap yang berusaha patuh (pada otoritas) sekaligus ingin tidak terlihat (tersembunyi dari siapapun). Akibatnya kita menjadi sangat jauh dari gerak perubahan.

Ini kata-kata penting dari Godin: sebanyak apapun buku yang dibaca dan sebanyak apapun seminar yang dihadiri, tapi jika anda tidak memperhitungkan bagaimana menyatukan comfort zone dengan safety zone saat ini, semua strategi tidak akan berhasil membantu anda.

Kesimpulannya sederhana: Tetap ada safety zone tapi tempatnya telah bergeser dari tempat semula. Bukan di tempat yang membuat anda nyaman. Safety zone yang baru adalah tempat dimana seni dan inovasi dan destruksi dan kelahiran kembali terjadi. Safety zone yang baru adalah bentuk penciptaan tanpa henti secara personal yang jauh lebih dalam.

(22 April 2015)

KLISE

 

Klise adalah ungkapan atau pernyataan atau perkataan yang begitu sering diucapkan orang sehingga tidak lagi mampu memberi efek penggugah. Contohnya, frasa “berguna bagi nusa dan bangsa”. Kata-kata ini begitu sering diucapkan sampai-sampai untuk sebagian besar orang kata-kata tersebut tidak punya makna lagi.

Ada lagi kata-kata nasehat seperti jangan pandang sebuah gelas itu setengah kosong tapi setengah penuh. Ini salah satu bentuk nasehat yang menganjurkan optimisme. Orang yang memandang gelas itu setengah kosong itu orang yang pesimis. Begitu banyak yang mengatakan seperti itu sehingga pendengar menjadi enggan, atau lebih parah lagi menuduh si pembicara malas mencari kata-kata baru. Padahal ada banyak kutipan yang bisa digunakan untuk menggambarkan optimisme. A pessimist sees only the dark side of the clouds and mopes; a philosopher sees both sides, and shrugs; an optimist doesnt see the clouds at all hes walking on them (leonard louis levinson) seorang pesimis melihat sisi gelap awan dan bersedih, filsuf melihat kedua sisi, dan angkat bahu; seorang optimis tidak melihat awan sama sekali dia berjalan di atasnya.

Paradoksnya, dalam membuat tagline, kita mesti mengulangnya berkali-kali agar masuk dalam persepsi khalayak. Tapi di sisi lain, jangan sampai tagline ini menjadi klise. Dan, memang dibolehkan slogan iklan mengalami perubahan seiring waktu. Dari kurun waktu 1886 sampai 2015, slogan Coca Cola telah mengalami perubahan lebih dari 45 kali. Mulai dari “Drink Coca Cola and enjoy it” (1886) hingga “Make it Happy” (2015)

(21 April 2015)

OPRAH

 

Di sebuah kamar hotel secara kebetulan saya menyaksikan Oprah Winfrey show episode memberi penghargaan pada perjuangan seorang ibu. Kali ini si ibu bernama Monica. Saat melahirkan anak kedua, si ibu terkena sejenis bakteri yang menyebabkan dia harus diamputasi 2 tangan dan 2 kakinya. Sebuah cobaan yang dahsyat. Monica bercerita ketika diputuskan harus diamputasi, dia hanya mengatakan lakukan amputasi itu. Tuhan hanya menguji saya untuk melakukan segala hal tidak dengan lebih mudah.

Kemudian narasi mengatakan bahwa bukannya meratapi kemalangannya, Monica menjalani hidupnya dengan optimisme yang sangat mengagumkan. Lihatlah ekpresi Oprah. Tidak terlihat ekspresi mengasihani. Yang ada adalah ekspresi kekaguman pada perjuangan Monica. Penonton pun tersentuh.

Oprah kemudian menghadirkan Nate Berkus, seorang disainer interior. Nate mengungkapkan rasa perhargaannya pada Monica dengan kalimat dan ekspresi yang begitu tertata sehingga tidak bisa tidak penonton merasakan ketulusan Nate Berkus. Berikutnya Oprah memberitahu Monica bahwa Nate Berkus sengaja merancang khusus sebuah rumah agar Monica bisa menjalani kehidupan sehari-hari sebagai istri dan ibu dari 2 anak dengan jauh lebih mudah.

Empati itu sebentuk kebajikan. Empati juga sekaligus tema yang mendominasi era konsepsional. Empati yang dikelola dengan sangat kreatif dalam sebuah tayangan televisi itu akan menyebarkan kebajikan dan keindahan.

(20 April 2015)

KARAKTER FIKSI

 

Siapakah karakter fiksi yang paling banyak menghasilkan uang ? Terakhir Forbes membuat peringkat top earning of fictional character ini di tahun 2004. Di tahun itu yang menempati peringkat nomer satu adalah Mickey Mouse dan teman-temannya yang di tahun 2003 berhasil meraup uang $5,8 milyar. Sebuah angka yang fantastis !

Ada satu karakter fiksi yang meski menghasilkan $4 milyar tapi dicoret dari daftar Forbes, yaitu: hello kitty. Alasannya ? Sangat masuk akal. Daftar Forbes itu dibuat untuk karakter fiksi yang memulai debut sebagai karakter di sebuah cerita, sedangkan hello kitty tidak berada di cerita apapun. Dengan kata lain hello kitty semata-mata sebuah produk merchandise.

Apa karakter fiksi yang dimiliki indonesia ? Sebut saja salah satu contohnya: Unyil. Berapa penghasilan unyil ? Yang terlihat, Unyil ada di sebuah program tv Laptop Si Unyil 5 kali seminggu. Katakanlah (hanya perkiraan) bayaran Unyil per episode itu sama dengan bayaran seorang host/presenter pemula di sebuah program: kurang lebih Rp 1 juta per episode. Berarti kalau dalam setahun ada 240 episode maka penghasilan Unyil selama 1 tahun adalah Rp 240 juta. Sampai saat ini belum terlihat karakter fiksi Unyil digunakan untuk iklan atau merchandise. Apakah angka Rp 240 juta cukup lumayan untuk sebuah karakter fiksi indonesia ? Penilaian atas lumayan atau tidak, cukup dibandingkan dengan Mickey Mouse yang bisa menghasilkan $ 5,8 milyar.

(18 April 2015)

FREITAG

 

Adakah inovasi yang kebetulan ?
Ini cerita tentang dua bersaudara Daniel Freitag dan Markus Freitag. Alkisah di awal tahun 1990-an Daniel bekerja sebagai seniman komersial dan Markus mahasiswa di Zurich Institute of art and design. Di tahun 1993, dalam keadaan hujan Markus bersepeda membawa beberapa sketsa disain menuju kampus. Dan, sketsa disainnya basah kena hujan.

Dari kejadian kehujanan itu, Markus membayangkan punya semacam tas kurir yang pernah dilihatnya di New York. Tapi tas semacam itu tidak ada di Zurich. Hingga pada suatu sore, Daniel dan Markus berbincang tentang ide membuat tas yang akan menjaga isinya tetap kering dan terlindungi. Daniel dan Markus sepakat untuk menggunakan bahan daur ulang seperti sabuk keselamatan untuk tali pengikatnya dan bagian dalam ban sepeda untuk bagian tepi tas. Tapi keduanya masih belum paham mengenai yang terpenting: terbuat dari bahan apakah tas itu.

Suatu hari Markus memandang ke luar jendela dapur: pemandangan di jalan bebas hambatan. Terlihat truk-truk yang ditutup terpal warna-warni dihiasi logo dan disain (Swiss adalah negara transit. Semua pelabuhan besar di utara Rotterdam dan Hamburg, dalam perjalanannya menuju Italia semuanya melewati zurich). Apa yang dilihat Markus ini membersitkan ide tersendiri.

Beberapa minggu kemudian Markus pergi ke pangkalan truk dan mengambil sekitar 10 meter persegi terpal truk yang dibuang. Daniel dan Markus pun membersihkan terpal dari bau tak sedap dan oli itu di kamar apartemen mereka. Kemudian mereka meminjam mesin jahit untuk membuat sebuah tas. Daniel sedang ada di San Francisco pada saat itu, maka Markus mengirimkan lewat pos tas itu ke Daniel. Daniel melakukan uji coba terhadap tas itu pada kurir bersepeda di San Francisco. Si kurir sangat menyukainya, begitu juga teman-teman Daniel dan Markus. Keduanya pun terus membuat tas dengan sebuah konsep: tak ada 2 tas produksi mereka yang serupa. Jadi setiap tas yang diberi merek Freitag itu adalah unik dan tidak ada duanya dalam pengertian yang harafiah. Investasi pertama mereka adalah sebuah mesin jahit industri yang dibeli dengan harga 1000 euro.

Keduanya mulai berproduksi di kamar apartemen itu. Mereka memberi tas itu ke tetangga-tetangga apartemen supaya mereka tidak protes atas kebisingan yang ditimbulkan dari produksi itu. Tapi tak lama kemudian mereka sudah mendapatkan sebuah gudang untuk pencucian dan produksi. Pada awalnya mereka mengerjakan semuanya sendiri: membersihkan, memotong, menjahit dan juga melakukan pengujian. Freitag dmulai dengan cara-cara kuno. Keduanya memproduksi 10 tas dan kemudian menjualnya ke teman. Kemudian memproduksi 20 dan menjualnya lagi. Begitu seterusnya. Tumbuh dengan sangat lambat. Sekarang freitag memproduk sekitar 150.000 tas per tahun.

Tahun 2003 Freitag Lab. (bisa berarti laboratory atau label) mengantungi pendapatan sebelum pajak sebesar 52 juta dolar AS.

Freitag tersedia di 350 toko di Swiss, Jerman, Austria, Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Italia, Spanyol, Portugal, Swedia, Denmark, Finlandia, Irlandia, Yunani, Turki, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang, Kanada, China, dan Singapura. Di Swiss, Freitag lazim terlihat di keranjang sepeda anak perempuan yang ke sekolah.

Apakah keberhasilan Freitag bersaudara ini semata-mata karena kebetulan melihat truk dengan terpal warna-warni ? Ada ribuan orang yang melihat terpal-terpal truk itu tapi tidak terjadi apa-apa.

(16 April 2015)