catatan dan inspirasi

Author: arisananda

CERITA BURUK

CERITA BURUK

  Ada seorang teman yang berkarya sebagai sutradara dokumenter dan sesekali film iklan.  Hasil karyanya banyak yang layak diberi nilai  9 dalam skala 1 sampai 10 karena  detil, indah dan memiliki kealaman.   Suatu ketika dia berada dalam masa “berpuasa” karena tidak ada pesanan selama beberapa […]

SEINFELD

SEINFELD

Dua komedian bekerja sama membuat acara tv  berdurasi  90 menit. Mereka tak berpengalaman menulis naskah tv  sehingga kemudian dengan cepat kehabisan bahan.   Karenanya mereka mengubah konsep   menjadi acara tv mingguan berdurasi 30 menit.    Ketika mereka mengirimkan naskah mereka, sebagian besar pejabat  jaringan televisi tidak menyukai […]

PEMBICARA PUBLIK

PEMBICARA PUBLIK

 

Ada berbagai sebab hingga orang menjadi pembicara publik.

 

Ada yang memang sejak awal bercita-cita menjadi pembicara publik.  Mendekati, mengakrabi dan berguru pada beberapa pembicara publik yang sudah lebih dulu dikenal.  Bagi orang ini, menjadi pembicara publik adalah sesuatu yang penahapan pencapaian.  Mesti dikerjakan tahap demi tahap hingga menjadi tingkat tertinggi. Ujian dituntaskan satu per satu untuk mencapai standar tertinggi sebagai pembicara publik.

 

Ada yang sudah terkenal dulu sebelum menjadi pembicara publik. Entah itu karena dia sering muncul di tv sebagai artis sinetron atau pemain musik hingga akhirnya dia sering berada dalam situasi harus berbicara di depan banyak orang yang menjadi fansnya. Lalu disadarinya kemudian bahwa bicara di depan orang banyak itu menyenangkan. Dia menikmati perannya yang tidak sengaja ini.

 

Ada yang menjadi pembicara publik karena karya-karyanya dikenal.  Entah penulis novel atau pewirausaha sukses.  Karena produk-produknya telanjur sangat dikenal luas di masyarakat maka dia pun mempunyai daya magnet untuk memberikan nasehat-nasehat.  Bagi penulis novel terkenal, tentu saja ditunggu-tunggu nasehat mengenai tips menulis novel yang best seller. Bagi pewirausaha sukses, pasti sangat dinanti berbagai tipsnya dalam mengelola sebuah bisnis hingga berhasil.

 

Apapun dari ketiga itu pada akhirnya yang akan dikenang adalah apakah anda pembicara publik yang menyampaikan ide baru atau tak lebih mengulang-ulang sebuah wacana.

 

(12 Apri 2017)

POLITIK

POLITIK

  Ada beberapa macam tipe orang dalam memandang pemilu dan pilkada   Tipe pengikut,  menganggap ada kebenaran dari salah satu calon peserta pemilu sehingga merasa sangat sepadan untuk  ikut berjuang membuat  calon peserta pemilu ini menang.  Kemenangan si peserta pemilu adalah kemenangan dirinya. Dia dengan […]

KONSISTENSI

KONSISTENSI

  Kalau anda menganggap  pencapaian kreatif itu membutuhkan konsistensi, belajarlah pada  Dr. Andre Geim:  Satu-satunya orang yang pernah meraih penghargaan Ig Nobel dan penghargaan Nobel Fisika.   Kita tahu ada Penghargaan Nobel  ada juga penghargaan Ig Nobel.   Penghargaan Ig Nobel adalah parodi terhadap penghargaan nobel yang […]

POTENSI TERBAIK

POTENSI TERBAIK

 

Sekali lagi belajar dari Seth Godin.  Kita seringkali sengaja masuk dalam sebuah komunitas agar potensi terbaik kita muncul.  Bersama anggota komunitas lain yang lebih senior atau lebih ahli, kita berharap ada peningkatan dalam wawasan dan keahlian kita.

 

Tapi adakalanya kita masuk dalam sebuah komunitas yang justru menguatkan semangat eksklusif,  berpandangan picik dan bersikap tidak toleran terhadap perbedaan.

 

Begitu kita masuk dalam sebuah komunitas, pilihannya adalah hanyut sebagai anggota atau sekadar menjadi penonton yang tidak  ambil peran.  Tidak mungkin mengubah budaya yang telanjur dikembangkan dan berkembang dalam komunitas itu.

 

Tantangannya pada akhirnya adalah memilih komunitas yang  paling sesuai.  Jika kita tidak mampu menemukan,   mengapa tidak membentuk komunitas baru yang sesuai dengan bayangan ideal mengenai budaya seperti apa yang akan memunculkan potensi terbaik kita ?

 

(12 March 2017)

BERITA

BERITA

  Saya termasuk yang pesimis terhadap berita.  Berita begitu berkelimpahan tanpa saya rasakan manfaatnya.  Manfaatnya hanya sekadar menjadi lebih tahu, tidak lebih jauh dari itu.  Dalam pengalaman saya,   mengikuti perkembangan sebuah perisiwa adalah sesuatu yang absurd.  Mengapa harus terus-menerus mengikuti peristiwa yang berputar-putar jika  yang […]

PENUNDA

PENUNDA

  Manusia adalah makhluk penunda yang parah.  Seakan-akan ada mantra yang tertanam dalam benak kita “kalau bisa dikerjakan nanti, mengapa harus dikerjakan sekarang ?”.     Bahkan ketika sudah dimulai pun, godaannya begitu besar untuk tidak menuntaskan.  Macam-macam yang berkecamuk dalam pikiran “jika nanti benar-benar sudah selesai […]

LEBIH MURAH

LEBIH MURAH

 

Untuk produk yang sama,  bagaimana membuatnya bisa terjual selain lebih murah ?

 

Salah satunya lewat penipuan.  Di sebuah pasar yang menjual beragam tas, seorang pengunjung mampir di toko paling depan.  Dia melihat-lihat sebuah koper.  Penjual bergaya tak terlalu semangat  menjual koper itu.  “ini memang berkualitas pak. Karena itu harganya agak tinggi.”    Dia menyebut angka satu juta enam ratus ribu rupiah.  Pengunjung tampak tak tertarik dengan angka semahal itu.   Penjual memaksa untuk memberi angka penawaran.  Pengunjung tampak enggan menawar.   Penjual langsung menurunkan hingga Rp 850.000.  Dari sini saja sudah mencurigakan karena harga turun dengan sangat drastis.  Tapi lumayan membuat pengunjung itu merasa bersalah jika tidak memberi penawaran.  Dalam waktu yang genting ini,  pengunjung jadi terburu-buru hingga menyebut angka yang sembarangan “saya pikir harganya tidak lebih dari Rp 700.000”.   Angka itu dianggap angka penawaran.  Penjual pun merespons “ya sudahlah, agar jadi,  750 ribu saja.”   Pengunjung tidak mau mengubah tawaran (dalam hatinya merasa menyesal telah menyebut angka Rp 700 ribu).  Penjual pun melepas dengan harga Rp 700 ribu.   Ketika mengunjungi toko lain di belakang, pengunjung ditawari harga Rp 600 ribu untuk barang sejenis.

 

Menipu adalah cara putus asa untuk menjual. Penjual ini merasa satu-satunya peluang adalah posisi tokonya di depan sehingga merupakan kunjungan pertama dari pengunjung.  Dia harus cari cara agar terjadi closing sebelum pengunjung berkeliling membandingkan harga-harga.  Penjual ini tidak sadar bahwa membandingkan harga  semudah membuka internet di  ponsel.  Ada banyak toko online yang menyebutkan harga.  Mungkin dia merasa beruntung bisa menipu salah seorang pengunjung – yang kebetulan lengah– tapi itu pasti kejadian yang tidak bisa diulang-ulang.

 

Seorang pengusaha restoran memberi resep lain,  yang penting itu bukan lebih  murah tapi tidak lebih mahal.  Jelas itu berbeda.  Anda tidak perlu berusaha membuat produk anda semurah mungkin.  Tapi bagaimana agar terkesan tidak mahal.  Pengusaha ini memberi ilustrasi:  di toko material manapun harga semen adalah sama. Kalau sampai harga semen di sebuah toko material itu lebih mahal dari toko material lain, maka seluruh barang jualan toko material itu akan dipersepsi lebih mahal.   Begitu juga dengan restoran,  ada menu-menu tertentu yang harus dijaga untuk tidak mahal agar seluruh produk lain dipersepsi tidak mahal.

 

Tentu saja harga tidak bisa disamakan untuk semua daerah.  Setiap daerah mempunyai biaya yang berbeda-beda.   Antara toko di Kemang dan toko di Mangga Dua tentu sangat berbeda dalam menanggung biayanya.  Tapi bagaimana caranya sebuah toko kamera di Kemang tetap bisa bertahan meski menjual kamera yang sama dengan kamera yang dijual di toko Mangga Dua ?   Harga kamera pasti sama tapi yang membedakan adalah harga-harga asesorisnya.

 

Berusaha menjadi lebih murah bisa bikin frustrasi. Permainannya adalah bagaimana caranya agar tidak dipersespsi lebih mahal. Di sinilah tetap diperlukan olah kreativitas.

(24 January 2017)

ROLF SMITH

ROLF SMITH

  Di awal tahun 1990-an Rolf Smith sudah bicara mengenai 7 level of change.  Ada 7 tingkatan dalam melakukan inovasi.  Inovasi bukan sesuatu yang tiba-tiba.  Inovasi bukan sesuatu yang dilakukan dengan cara melompat tanpa pondasi apapun.   7 level of change ini lah yang bisa disebut […]