OUTPUT KREATIF

Orang bisa dengan gampang mengaku sebagai kreatif.  Tapi pada akhirnya pengakuan itu dicocokkan dengan outputnya.  Apa saja output kreatif  itu  ?  Segala hal dalam bentuk tulisan,  disain gambar,  strategi bisnis,  bentuk bisnis,  film, lagu,  notasi dan segala macam yang riel.

Orang bisa dengan gampang untuk loncat dari satu fokus ke fokus lain tapi pada akhirnya tetap dilihat outputnya.  Apakah outputnya konsisten ada atau sekadar  perpindahan dari pengalaman satu ke pengalaman lain tanpa output  ?   Di sini pada akhirnya konsistensi tetap diperlukan bagi orang-orang kreatif.  Bukan sekadar rutinitas tanpa ide-ide baru.  Tapi rutinitas menghasilkan ide-ide baru dalam bentuk output yang riel.

Mari berkaca pada pengarang-pengarang  produktif yang pada masa hidupnya  mampu menghasilkan ribuan cerpen dan puluhan novel.  Bagaimana mungkin bisa seproduktif itu tanpa rutinitas untuk menghasilkan output ?  yang rutin adalah aktivitasnya.  Olah pikirnya selalu baru.  Pasti sesekali terjadi  tubuh menolak untuk menjalankan rutininitas, entah karena kebosanan atau rasa malas.  Jika rutinitas dalam menghasikan output terhenti,   output pun terhenti untuk bertambah.

Sehingga, perbedaan antara orang kreatif satu dengan orang kreatif lain adalah konsistensi dan persistensi dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang menghasilkan pertambahan output kreatif.  Dalam  konsistensi dan persistensi pasti ada pemaksaan (dalam istilah Seth Godin adalah penaklukan terhadap otak reptil)  sekaligus kemampuan mengolah pikiran untuk fokus menuntaskan sebuah output seiring waktu.

 

(23 August 2017)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =