CERITA BURUK

 

Ada seorang teman yang berkarya sebagai sutradara dokumenter dan sesekali film iklan.  Hasil karyanya banyak yang layak diberi nilai  9 dalam skala 1 sampai 10 karena  detil, indah dan memiliki kealaman.   Suatu ketika dia berada dalam masa “berpuasa” karena tidak ada pesanan selama beberapa bulan. Akhirnya dia merelakan editornya untuk mengambil pekerjaan yang lain. Kali ini editor itu mengambil pekerjaan mengedit sinetron yang tayang setiap hari di sebuah  stasiun tv.

 

Beberapa bulan kemudian, editor ini telah “berubah”.   Beberapa aturan dasar yang ada dalam produksi video dilanggarnya karena pengalaman beberapa bulan belakangan mengijinkan dirinya untuk melanggar aturan-aturan itu.  Pemakluman yang sering keluar, “ayolah.  Nggak usah terlalu taat aturan dan pakem,  ini kan cuma sinetron.”      Padahal mereka semua sadar bahwa jika salah satu aturan dilanggar bisa mengurangi nilai kualitasnya.   Bagi mereka kualitas bukan prioritas.  Sehingga tak heran sering kali muncul keluhan mengenai kualitas sinetron yang di bawah rata-rata

 

Pelajaran yang bisa diambil:   misi untuk menghasilkan sebuah cerita yang baik bisa digagalkan oleh anggota-anggota tim yang punya mental sekadar menyelesaikan pekerjaannya.

 

Cerita adalah hasil kerja dari sebuah tim.  Bahkan seseorang yang tampil sendirian di atas panggung untuk bercerita , entah itu pendongeng atau komedian tunggal,  membutuhkan tim untuk mematangkan konsep cerita dan berceritanya.  Ada tahap demi tahap pencapaian yang harus dilalui sampai akhirnya cerita itu sampai ke audiensnya.  Pengabaian tahap-tahap ini akan menghasilkan cerita yang belum layak muncul.  Alias cerita buruk.

 

Mungkin benar audiens tidak terlalu peduli apakah pencahayaannya kurang , atau komposisi gambar tidak tepat,  atau  antar adegan yang tidak nyambung dan lain-lain.  Audiens hanya bisa menilai ceritanya baik atau buruk. Dan, percayalah,  cerita buruk seringkali terjadi akibat anggota tim tidak menjalankan komitmennya dalam memprioritaskan kualitas.

(5 May 2017)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =