POLITIK

 

Ada beberapa macam tipe orang dalam memandang pemilu dan pilkada

 

Tipe pengikut,  menganggap ada kebenaran dari salah satu calon peserta pemilu sehingga merasa sangat sepadan untuk  ikut berjuang membuat  calon peserta pemilu ini menang.  Kemenangan si peserta pemilu adalah kemenangan dirinya. Dia dengan sukarela menjadi pembela jika ada serangan terhadap calon peserta pemilu yang diikutinya.

 

Tipe pengamat,  menganggap pemilu atau pilkada adalah laboratorium dari segala analisisnya.   Pemilu adalah kesempatan untuk menunjukkan kejelian dalam memandang berbagai aktivitas dan tindakan peserta pemilu.   Jika kejelian dan kecermatan itu terlihat publik, maka akibatnya bisa sangat positif dan langsung terhadap prestis dan penghasilan mereka.

 

Tipe pebisnis, menganggap pemilu atau pilkada  adalah sebuah momen menuju perubahan yang mendukung atau membahayakan bisnisnya selama ini.   Kalau pun mereka merasa tidak mampu menjadi aktor utama yang mengendalikan perubahan tersebut,  maka mereka akan mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

 

Selain dari 3 golongan ini adalah golongan yang menganggap pemilu atau pilkada sekadar pernik-pernik demokrasi yang menganggap sikap apolitik adalah sah-sah saja.

 

3 golongan ini mewakili kepetingan apa yang sedang diperjuangkannya dalam kaitan dengan pemilu. Dan golongan pebinis lah yang selalu sadar mengenai perubahan (politik) sehingga dengan sadar pula harus mengumpulkan kekuatan dalam merealisasikan ide yang mendukung kepentingan mereka. Golongan pebisnis harus selalu menemukan ide-ide baru, bahkan dalam dunia politik.

(21 March 2017)