KONSISTENSI

 

Kalau anda menganggap  pencapaian kreatif itu membutuhkan konsistensi, belajarlah pada  Dr. Andre Geim:  Satu-satunya orang yang pernah meraih penghargaan Ig Nobel dan penghargaan Nobel Fisika.   Kita tahu ada Penghargaan Nobel  ada juga penghargaan Ig Nobel.   Penghargaan Ig Nobel adalah parodi terhadap penghargaan nobel yang diberikan setiap musim gugur untuk 10 pencapaian yang tidak biasa atau aneh dalam riset sains.  Penghargaan ini diberikan sejak tahun 1991 dengan tujuan untuk “menghargai pencapaian yang membuat orang tertawa dan kemudian membuat kita berpikir.”

 

Dr Andre Geim mendapatkan penghargaan Ig nobel pada tahun 2000 karena upayanya  mengangkat seekor katak hidup dengan magnet.    Gambar katak terbang pertama kali muncul di majalah Physics World edisi April 1997,  meskipun banyak yang menduga ini adalah bagian April Mob,  ngerjain orang di bulan April. Kebanyakan dari kita diajarkan bahwa sifat magnetis dari air itu  milyaran kali lebih lemah dari besi,  bahkan tidak cukup kuat untuk melawan gravitasi,  tapi demontrasi menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya dari sifat magnetis air..

 

Geim menjadi sangat ingin tahu mengenai magnetism ketika dia tidak mendapatkan peralatan untuk melanjutkan eksperimenya saat bekerja di Radboud University Nijmegen’s High Field Magnet Laboratory di Belanda.    Jadi  di suatu jumat malam dia menyetel   elektromagnet hingga kekuatan maksimum  lalu menuangkan air langsung ke mesin mahal tesebut.  Dia lupa  mengapa dia “bertindak sangat tidak profesional”  seperti itu tapi dia bisa melihat  bagaimana air yang mengucur itu “terdiam”  dalam lobang bertikal.  Bola bola air mulai mengapung. Bola-bola air itu terangkat.   Dia menemukan “kekuatan responsive magnetik air”  yang bisa bertindak melawan kekuatan gravitasi bumi.   Seekor katak terangkat dalam lobang vertikal dalam sebuah medan magnet di  Nijmegen High Field Magnet Laboratory.

 

Apa yang kelihatannya seperti becandaan dan tidak serius ini kemudian berubah menjadi aktivitas yang disebut Geim sebagai “Friday Night Experiment”.  Dalam eksperimen ini,  laboratorium Geim mengerjakan “hal-hal gila yang mungkin remeh temeh tapi jika dilakukan mungkin bisa memberikan hasil yang  sangat-sangat mengejutkan”.  Dari awal karir Geim,  setidaknya dia mencurahkan 10 persent dari waktu laboratoriumnya untuk riset semacam itu.

 

Dalam perspektif Geim “lebih baik salah daripada membosankan”.  dari 24 lebih eksperimen yang pernah dilakukan di Friday Night Experiment, ada yang berhasil,  tingkat keberhasilannya 12,5%.  Katak terbang itu keberhasilannya yang pertama,  yang kedua adalah penciptaan “gecko tape” zat perekat  yang bisa memberi kemampuan memanjat seperti kadal.  Ketiga, isolasi terhadap Graphene.  Yang ketiga inilah penemuan sangat penting yang mengantar Geim mendapatkan penghargaan Nobel Fisika yang sesungguhnya pada tahun 2010.

 

Secara sederhana, graphene (grafena) adalah molekul yang terdiri dari atom karbon murni.  Atom-atom ini terkait satu sama lain, membentuk pola heksagonal dua dimensi menyerupai sarang lebah. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa graphene merupakan unit struktural dari grafit.    Setelah penemuan isolasi Graphene oleh Geim itu,  graphene telah menjadi subyek dari penelitian yang tak terhitung jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir.   Pemanfaatan graphene di masa depan bisa menjadi akhir bagi plastik, berbagai komponen elektronik, dan banyak teknologi yang kita gunakan saat ini.

 

“Perjalanan terbesarnya adalah bergerak ke dalam area yang anda bukan ahlinya, “kata Geim.  “Kadangkala saya bercanda bahwa saya tidak tertarik dalam melakukan riset (re-search) tapi hanya tertarik melakukan pencarian (seach).   Filosofi karir  Geim adalah “bermain di air dangkal”:  “Lakukan sesuatu di sebuah bidang baru selama beberapa tahun lalu tinggalkan !”

 

(16 March 2017)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + seven =