LEBIH MURAH

 

Untuk produk yang sama,  bagaimana membuatnya bisa terjual selain lebih murah ?

 

Salah satunya lewat penipuan.  Di sebuah pasar yang menjual beragam tas, seorang pengunjung mampir di toko paling depan.  Dia melihat-lihat sebuah koper.  Penjual bergaya tak terlalu semangat  menjual koper itu.  “ini memang berkualitas pak. Karena itu harganya agak tinggi.”    Dia menyebut angka satu juta enam ratus ribu rupiah.  Pengunjung tampak tak tertarik dengan angka semahal itu.   Penjual memaksa untuk memberi angka penawaran.  Pengunjung tampak enggan menawar.   Penjual langsung menurunkan hingga Rp 850.000.  Dari sini saja sudah mencurigakan karena harga turun dengan sangat drastis.  Tapi lumayan membuat pengunjung itu merasa bersalah jika tidak memberi penawaran.  Dalam waktu yang genting ini,  pengunjung jadi terburu-buru hingga menyebut angka yang sembarangan “saya pikir harganya tidak lebih dari Rp 700.000”.   Angka itu dianggap angka penawaran.  Penjual pun merespons “ya sudahlah, agar jadi,  750 ribu saja.”   Pengunjung tidak mau mengubah tawaran (dalam hatinya merasa menyesal telah menyebut angka Rp 700 ribu).  Penjual pun melepas dengan harga Rp 700 ribu.   Ketika mengunjungi toko lain di belakang, pengunjung ditawari harga Rp 600 ribu untuk barang sejenis.

 

Menipu adalah cara putus asa untuk menjual. Penjual ini merasa satu-satunya peluang adalah posisi tokonya di depan sehingga merupakan kunjungan pertama dari pengunjung.  Dia harus cari cara agar terjadi closing sebelum pengunjung berkeliling membandingkan harga-harga.  Penjual ini tidak sadar bahwa membandingkan harga  semudah membuka internet di  ponsel.  Ada banyak toko online yang menyebutkan harga.  Mungkin dia merasa beruntung bisa menipu salah seorang pengunjung – yang kebetulan lengah– tapi itu pasti kejadian yang tidak bisa diulang-ulang.

 

Seorang pengusaha restoran memberi resep lain,  yang penting itu bukan lebih  murah tapi tidak lebih mahal.  Jelas itu berbeda.  Anda tidak perlu berusaha membuat produk anda semurah mungkin.  Tapi bagaimana agar terkesan tidak mahal.  Pengusaha ini memberi ilustrasi:  di toko material manapun harga semen adalah sama. Kalau sampai harga semen di sebuah toko material itu lebih mahal dari toko material lain, maka seluruh barang jualan toko material itu akan dipersepsi lebih mahal.   Begitu juga dengan restoran,  ada menu-menu tertentu yang harus dijaga untuk tidak mahal agar seluruh produk lain dipersepsi tidak mahal.

 

Tentu saja harga tidak bisa disamakan untuk semua daerah.  Setiap daerah mempunyai biaya yang berbeda-beda.   Antara toko di Kemang dan toko di Mangga Dua tentu sangat berbeda dalam menanggung biayanya.  Tapi bagaimana caranya sebuah toko kamera di Kemang tetap bisa bertahan meski menjual kamera yang sama dengan kamera yang dijual di toko Mangga Dua ?   Harga kamera pasti sama tapi yang membedakan adalah harga-harga asesorisnya.

 

Berusaha menjadi lebih murah bisa bikin frustrasi. Permainannya adalah bagaimana caranya agar tidak dipersespsi lebih mahal. Di sinilah tetap diperlukan olah kreativitas.

(24 January 2017)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =