ROLF SMITH

 

Di awal tahun 1990-an Rolf Smith sudah bicara mengenai 7 level of change.  Ada 7 tingkatan dalam melakukan inovasi.  Inovasi bukan sesuatu yang tiba-tiba.  Inovasi bukan sesuatu yang dilakukan dengan cara melompat tanpa pondasi apapun.   7 level of change ini lah yang bisa disebut pondasi.

 

LEVEL 1:                Effectiveness                     DOING the right things

 

LEVEL 2:                Efficiency                             DOING things right

 

LEVEL 3:                Improving                           DOING things better

 

LEVEL 4:                Cutting Stopping              DOING things

 

LEVEL 5:                Copying                           DOING things other people are doing

 

LEVEL 6:                Different                            DOING things no one else is doing

 

LEVEL 7:                Impossible                          DOING things that can’t be done

 

Dalam paradigma Rolf Smith ini kita tidak bisa tiba-tiba loncat ke level 5. Dalam contoh yang ekstrim, kita tidak bisa loncat ke level 5 mencontek perusahaan sebesar Apple.   Harus dimulai dari level 1.

Mari coba menggunakan ilustrasi ini.  Sebuah stasiun tv swasta baru terbentuk.   Lebih dari 50% karyawan berasal dari stasiun tv lain sehingga stasiun tv ini terkesan bisa langsung “running”.  Dengan sangat percaya diri stasiun tv baru ini langsung ke level 6.  Dia yakin mempunyai sesuatu yang berbeda dari stasiun-stasiun tv yang ada.  Akibatnya,    stasiun tv ini melupakan level 1 hingga level 5.  Banyak sekali pertanyaan yang harus dijawab:   Apakah stasiun tv itu sudah menerapkan prinsip efektivitas ?   Sudah efisien ?  sudahkah dilakukan perbaikan-perbaikan atas evaluasi efektivitas dan efisiensi sebelumnya ?    dan seterusnya.

Tentu saja akan muncul bantahan:   kalau harus menuruti level-level itu,   kapan bisa mengejar stasiun tv yang lain ?    bagaimana pun 7 level of change ini adalah sebuah pendekatan.  Pendekatan ini berasumsi kita tidak bisa mengejar atau melompat tanpa susunan pondasi yang kokoh.  Sampai detik ini, paradigma ini masih belum ada yang membuktikan kesalahannya.

 

(20 January 2017)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − seven =