MENYATUKAN

 

Dalam hal tertentu ide menyatukan dua hal berbeda –bahkan bertentangan–  terkesan mustahil.

 

Dalam cerita dikenal istilah protagonis dan antagonis.  Keduanya mewakili dua karakter/dua pihak yang bertarung, berkonflik atau berinteraksi untuk membentuk cerita.  Bagaimana jika protagonis dan antagonis disatukan ?   Kelihatannya mustahil.  Tapi itu dilakukan oleh sebuah serial berjudul Breaking Bad yang mulai tayang 2008  di AMC Network Amerika Serikat.   Breaking Bad bercerita tentang seorang guru kimia bernama Walter White yang tiba-tiba divonis mengidap sakit kanker paru-paru stadium 3.  Sebagai upayanya bertahan hidup dan melindungi keluarganya, dia memutuskan menjadi pengedar narkota.  Protagonis dan antagonis silih berganti ada dalam diri satu karakter: Walter White.

 

Serial ini akhirnya di tahun 2013 tercatat di Guinnes Book of Record sebagai  serial tv dengan rating tertinggi sepanjang masa.  Pada musim pertama,  73 dari 100 orang menonton serial ini.  Dan di musim ke lima,  99 dari 100 orang menonton serial ini.  Nyaris sempurna mencapai 100.

 

Untuk konsep protaganis dan antagonis yang menyatu ini ada 2 hal yang perlu disoroti:  akting dan penulisan skenario.  Untuk memerankan karakter yang sekaligus protagonist dan antagonis tentu butuh kemampuan akting yang luar biasa.  Bryan Cranston yang memerankan Walter White mendapat banyak pujian.  Salah satunya pujian dari Forbes:

 

Bryan Cranston plays Walter White with extraordinary subtlety. He’s a shape-shifter, alternating from twitchy, awkward husband to thuggish drug dealer as easily as changing a shirt.

 

Hal kedua adalah penulisan skenario.   Vince Gilligan sebagai penggagas sekaligus penulis skenario,  merancang episode demi episode dengan sangat brilian dan detail.  Tantangan terbesar dari seorang penulis skenario drama seri adalah bagaimana membuat penonton mau –bahkan sangat mau—untuk melihat episode berikutnya meski harus menunggu 1 minggu ke depan (ingat,  drama seri di Amerika Serikat sampai sekarang masih masih diputar mingguan).  Ini seni cliff hanger:  bagaimana membuat akhir sebuah episode menggantung untuk mengetahui lanjutan ceritanya di episode berikutnya.

 

Nir Eyal menjelaskan dalam bukunya Hooked: “Konflik utama di setiap episode selalu diselesaikan menjelang akhir acara, yang kemudian disusul dengan munculnya tantangan lain untuk menggelitik rasa penasaran penonton. Dengan demikian  satu-satunya cara untuk tahu bagaimana Walter keluar dari permasalahan yang muncul di akhir sebuah episode adalah dengan cara menonton episode selanjutnya. “

 

Pada akhirnya  tersedia  banyak  kemungkinan menyatukan dua bidang, dua aspek,  dua unsur,  namun pada akhirnya yang menentukan adalah eksekusinya.  Dalam hal ini adalah eksekusi untuk membuat penonton merasa penasaran dan terus terikat untuk mengikuti hingga akhir cerita.

 

(17 November 2016)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × four =