catatan dan inspirasi

QWERTY

 

Rata-rata kita mengenal QWERTY, sebuah sebutan untuk papan ketik konvensional dengan huruf Q-W-E-R-T-Y sebagai huruf di barisan atas kiri.  Papan ketik ini  masih digunakan.sampai sekarang.  Papan ketik ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1890-an untuk jenis mesin ketik yang pada saat ini tentu saja bisa dianggap sebagai barang kuno yang selayaknya ada di museum.  Dalam susunan QWERTY   huruf-huruf yang biasa digunakan letaknya berjauhan.  Disain seperti ini justru disengaja untuk mencegah pengetik merusak batang logam yang ada di mesin ketik pada masa itu.

 

Ketika jaman berganti menjadi digital seharusnya tidak perlu disain seperti ini karena papan ketik kita bukan mesin ketik yang ada batang logamnya.  Namun  tetap saja kita menggunakan papan ketik QWERTY.  Padahal tahun  1930an sudah ada disain papan ketik tandingan.  Disain yang diciptakan Profesor August Dvorak ini menempatkan  huruf-huruf vokal di baris tengah sehingga meningkatkan  kecepatan dan ketepatan dalam mengetik.  Namun ciptaan yang dipatenkan dengan nama  Dvorak Simplified Keyboard pada tahun 1932 ini ,  papan ketik  ini hilang begitu saja ditelan jaman.

 

Menurut Nir Eyal dalam bukunya Hooked,  QWERTY bertahan karena tingginya biaya mengubah perilaku pengguna.   Ketika pertama kali diperkenalkan dengan papan ketik,  kita menekan satu per satu huruf tertatih-tatih.  Perlu pembiasaan selama sehari atau dua hari. Setelah itu berpraktek selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun mengaktifkan semua jari.  Namun berpindah ke papan ketik yang tidak familiar,  meskipun teruji lebih efisien,  akan memaksa kita untuk belajar mengetik kembali mulai dari nol.

 

Untuk saya yang bisa mengetik sepuluh jari (berkat kursus mengetik)  pasti saya akan menolak jika ditawarkan sebuah papan ketik baru yang teruji lebih efisien.  Saya sudah telanjur merasa nyaman dan efektif dengan disain QWERTY.

 

Ada berapa banyakkah produk yang ingin kita ciptakan untuk mengganti produk lama sebagaimana disain QWERTY  ini ?   Inovasi menemukan batu yang terlalu tinggi untuk dilewati ketika kita mengabaikan biaya  tinggi dari mengubah perilaku pengguna.

 

(14 November 2016)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *