KEMANA PERGINYA SEBUAH IDE ?

 

 

Ide bisa mampir ke kepala kita setiap saat, melalui penjelajahan semesta pikiran ataupun teknik-teknik tertentu.  Setelah itu apa ?  Sebagian orang mencatat dalam buku tulis. Sebagian langsung menuliskan di komputer.  Sebagian membiarkan begitu saja karena menganggap tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

 

Setelah dicatat lalu apa ?  Bisa jadi ide hanya mengendap dalam buku catatan berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lalu lupa !   Ada jutaan ide setiap hari menghinggap jutaan kepala yang kemudian kandas begitu saja di sebuah buku catatan.  Ide seperti janin. Sebagian besar gugur sebelum dilahirkan.  Bagaimana membuat ide menjadi bayi sesungguhnya ?   Bentuklah menjadi sesuatu yang bisa dirasakan oleh indera kita.  Bisa dilihat, bisa diraba,  bisa didengar.  Sebagian orang menyebut prototype,  sebagian lagi mengistilahkan dengan MVP  (minimum viable product), sebagian lagi memberi sebutan dummy.   Bayi itu resmi lahir.

 

Bayi tidak bisa dibiarkan begitu saja.  Bayi tidak mungkin merawat dirinya sendiri.  Tahap selanjutnya adalah yang paling kritis.  Bagaimana membuat bayi ini tetap hidup dan sehat.   Bisa saja ide ini ternyata setelah sekian lama tidak diharapkan lahir di dunia ini. Kebanyakan orang cuek pada dirinya.  Lalu ide ini pun dibiarkan saja terserah mau hidup atau mati

 

Para bayi memang mempunyai kesamaan. Tapi secara bersamaan setiap bayi mempunyai keunikannya sendiri-sendiri.  Sistem dalam tubuhnya bisa saja berbeda dari bayi-bayi lain.  Karena itu perawatan atas sebuah ide yang sudah lahir ini harus spesial.  Ide-ide lain yang sudah jadi besar dan berhasil bisa saja memberi gambaran, tapi tidak bisa dicontek mentah-mentah.  Segala upaya dari ide lahir kemudian besar, katakanlah seperti Facebook,  tidak bisa ditiru mentah-mentah langkah demi langkah.  Ide tidak pernah bersifat konstan dari waktu ke waktu.  Ide tertentu yang berhasil di waktu lalu belum tentu berhasil di waktu sekarang. Begitu juga sebaliknya.    Karena itu mencoba berkali-kali ide yang sebelumnya pernah gagal adalah tindakan yang logis

 

Sebuah ide pada akhirnya akan tumbuh menjadi besar dan sehat atau justru menjadi kerdil.  Sebagian ide akhirnya menjadi kerdil bukan semata-mata  karena faktor lingkungan,  tapi karena “orang tua”-nya (pemilik ide)  terlalu cepat menganggap si ide ini bisa berjalan sendiri untuk menghidupi dirinya.  Sebuah bayi ide harus dijaga dan dirawat hingga cukup dewasa untuk mandiri dan mempesona banyak orang. Di situlah faktor ketekunan seringkali lebih berperan ketimbang kepintaran.

 

(13 August 2016)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + eight =