MENUNGGU

 

Menunggu itu seperti kutukan.  Menunggu itu membuat kita merasa beralasan untuk tidak melakukan apa-apa.

 

Karena menunggu peluang, kita  sama sekali tidak memulai  bisnis apa pun.

 

Karena menunggu surat perintah kerja, kita sama sekali tidak bekerja apa apa

 

Karena menunggu rasa nyaman, kita tak memulai membuat laporan

 

Karena menunggu kabar dari penerbit, kita tak menulis satu lembar pun.

 

Mentalitas menunggu bisa mengganggu produktivitas. Bayangkan sebuah perusahaan yang pengambil keputusannya terpusat pada satu orang maka tak terelakkan menunggu menjadi kebiasaan yang mendarah daging.  Setiap ada persoalan, kata ajaibnya adalah “menunggu perintah dari atas”.

 

Setiap kali mengevaluasi produktivitas,  mestinya kita memulai dengan pertanyaan:  hal apa saja yang membuat kita lebih dulu memilih menunggu ketimbang langsung mengerjakan ?   Rasanya banyak sekali momen-momen menunggu yang mesti kita coret dari kebiasaan kita sehari-hari.

 

(23 July 2016)