REPUTASI

 

Kalau kita dikenal sebagai orang yang begitu gampang menraktir orang banyak,  mungkinkah saya mengadakan pelatihan dengan tema “cara mengatur keuangan keluarga”   ?

 

Kalau kita dikenal sebagai orang yang selalu menulis status media sosial dengan cerita-cerita kesedihan,  mungkinkah kita menasehati orang untuk “selalu optimis dalam menghadapi hidup” ?

 

Kalau kita dikenal sebagai orang yang menghabiskan waktu luang dengan bermain kartu di warung kopi, mungkinkah ada orang yang menghadap kita untuk minta nasehat mengenai produktivitas ?

 

Kalau kita dikenal sebagai orang yang gampang sekali melanggar rambu-rambu lalu lintas, mungkinkah kita mampu memberi arahan tentang integritas ?

 

Yang dikenal dari diri kita adalah reputasi.  Apa yang dominan dari kebiasaan kita.  Apa yang paling sering terlihat kita lakukan.  Pada akhirnya reputasi menentukan keahlian tertentu  yang dipunyai atau tidak dipunyai seseorang.  Itu yang disebut kredibilitas.  Orang yang dikenal setiap hari menghasilkan perabotan indah dari barang-barang bekas dianggap punya keahlian untuk berpendapat atau menyampaikan bahasan mengenai produktivitas atau kreativitas.  Orang yang dikenal sering memamerkan hasil jepretan kameranya di internet atau ruang pamer dianggap punya keahlian untuk memberikan pengajaran mengenai fotografi.

 

Sejak awal bisa merancang reputasi seperti apa yang harus dimunculkan lebih dulu untuk mendapatkan kredibilitas tertentu. Sebagian orang bisa memalsukan reputasi. Tampak seperti sesuatu yang diharapkan dipersepsi orang banyak. Sehingga orang banyak mengasosiasikan dengan keahlian tertentu.  Sayangnya, keahlian tidak bisa dipalsukan. Sehingga cepat atau lambat keahlian palsu bisa terbongkar.

(29 June 2016)

 

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =