TEMPAT PALING AMAN UNTUK SEMBUNYI

 

“Kerja adalah tempat paling aman  untuk sembunyi”.

 

Itu kata Seth Godin.  Apa maksudnya ?   Dalam bekerja kita bisa tenggelam dalam kesibukan yang diperintahkan, yang ada dalam prosedur,  yang menjadi bagian dari rutinitas.  Dalam bekerja kita bisa bilang telah melakukan sesuatu. Tiap jam, tiap hari, tiap minggu, tiap tahun.  Kita bekerja dan tak ada yang mempertanyakan mengenai apa yang kita hasilkan. Sesekali kita mungkin dimarahi karena tidak menjalankan perintah dengan benar atau menyimpang dari prosedur.

 

Coba bayangkan sebuah rapat antara karyawan dan pemilik di sebuah perusahaan yang sedang krisis.   Karyawan cukup memberi alasan:

 

– kami sudah bekerja sama kerasnya dengan tahun lalu, tapi sampai saat ini kami tidak mengerti mengapa penjualan tahun ini lebih menurun dari tahun kemarin.

 

– Kami sudah bekerja keras setiap hari bahkan banyak yang bekerja overtime tapi rasanya perekonomian memang sedang  mengalami penurunan

 

– Kami  sudah bergantian berjaga 24 jam di tempat produksi untuk menjaga kualitas produk,  tapi kita tetap kalah bersaing

 

Dalam bekerja tidak dipertanyakan mengenai apa yang telah dihasikan. Karyawan tidak mempunyai kewajiban untuk membuktikan bahwa dia berhasil merealisasikan sesuatu. Dia hanya perlu membuktikan bahwa dia bekerja.

 

Dalam perusahaan yang krisis, bekerja menjadi lebih aman lagi untuk sembunyi.  Jangan salahkan mereka ketika kinerja perusahaan tak kunjung membaik  karena mereka memang tak dibiasakan untuk merealisasikan sebuah misi dalam kerja tim.  Para karyawan hanya bekerja,  tidak berKARYA. Dalam sebuah perusahaan yang karyawannya merasa hanya perlu cukup terlihat atau terkesan sibuk melakukan pekerjaan,  krisis itu rasanya akan bertahan lebih lama lagi karena tak ada satu karyawan pun merealisasikan sebuah KARYA yang membuat perusahaan keluar dari krisis.

 

(24 June 2016)