10 TAHUN

 

“Most people overestimate what they can do in one year and underestimate what they can do in ten years.”  Begitu kata Bill Gates.

 

Pernahkah kita merenung di sebuah tempat dan bertanya:  apakah tempat ini adalah tempat yang saya bayangkan 10 tahun lalu menjadi tempat tujuan semua harapan dan rencana saya  ?  Lalu mungkin kita menjadi sentimental kita sadar bahwa memang kita tidak merencanakan apa-apa. Apalagi untuk 10 tahun.

 

10 tahun adalah waktu yang panjang.  Begitu panjangnya sehingga kita merasa tidak perlu merencanakan cepat-cepat sampai akhirnya kita akhirnya tersadar bahwa kita sudah sampai di 10 tahun ke depan itu.  Dari SD sampai SMA adalah masa  10 tahun pertama kita yang tidak perlu merencanakan apa-apa.  Kita sebatas mengikuti yang direncanakan orang lain terhadap kita. 10 tahun menjadi layak untuk diabaikan.

 

Anggap saja misalnya kita selesai kuliah di usia 24 tahun.  Sepuluh tahun pertama kita sampai di usia 34 tahun. Sepuluh tahun kedua 44 tahun dan sepuluh tahun ketiga di usia 54 tahun.  Artinya, kita sampai di masa pensiun –sebagian besar pegawai mengambil patokan 55 tahun sebagai pensiun–  setelah melewati 3 kali 10 tahun.   Meski begitu, tetap banyak yang akhirnya kebingungan ketika menyadari –atau mendadak menyadari—pensiun hanya tinggal setahun ke depan.

 

Sebagian  yang membaca tulisan ini mungkin tidak terlalu merisaukan karena menganggap masa itu masih jauh.  Itu bukan pertanda bahwa usia anda  masih muda tapi menunjukkan anda  mulai mengabaikan 10 tahun ke depan.  Bayangkan saja:  ketika kita masuk usia pensiun itu, kita bakal kebingungan karena tak ada yang mempekerjakan kita atau kita tetap mampu berkarya secara produktif-kreatif tanpa tergantung pada pihak manapun ?

(18 May 2016)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 14 =