PERCAYA DIRI

 

Bias konfirmasi penting juga untuk rasa percaya diri.  Ketika pertama kali berhasil bicara di depan publik, kemudian kedua kalinya juga berhasil.  Maka di kesempatan ketiga rasa percaya diri kita sudah sangat naik meskipun peluang untuk gagal di kesempatan ke sepuluh, ke tigapuluh enam atau ke seratus tetap ada.

 

Bias konfirmasi apakah juga diperlukan untuk membangun bisnis ?

 

Ketika bisnis pertama, kedua, hingga ketiga berhasil dijalankan dengan sangat baik,  hati-hati untuk terlalu percaya diri di bisnis ke-empat dan seterusnya.    Seorang pengusaha papan atas yang masuk daftar orang terkaya di dunia terkenal mempunyai tangan dingin.  Bisnis apapun yang dipegangnya berhasil.  Rasa percaya dirinya mencapat tingkat tertinggi.  Sebagian orang bahkan menjulukinya visioner karena mampu memprediksi tren yang sama sekali tak terlihat oleh orang lain.  Rasa percaya diri yang keterlaluan pada akhirnya menjelma menjadi arogansi.   Dalam arogansi tidak ada niat baik untuk mendengarkan orang lain.  Pengusaha ini masuk lagi dalam sebuah bisnis yang begitu dikuasainya. Seperti biasa dengan rasa percaya diri yang tinggi.  Seperti biasa ia tidak mempedulikan  suara-suara yang meragukan keputusannya. Dia tetap jalankan.  Dan ternyata prediksinya salah total ketika kebijakan pemerintah yang di atas kertas harusnya berjalan ternyata tidak berjalan. Bahkan dihentikan !    Rencana bisnis yang bertumpu pada kebijakan pemerintah itu pun menjadi runtuh pondasinya.

 

Pengusaha ini tidak langsung bangkrut. Dia hanya menderita kerugian yang sangat besar. Pada akhirnya kita belajar:  Tidak ada pola yang bisa menjamin sebuah keberhasilan.  Karena itu disebut bias konfirmasi. Otak manusia cenderung ingin mempolakan sampai satu titik manusia lengah terhadap berbagai kemungkinan yang bisa menghancurkannya.  Tirulah para produser film.  Mungkin dia berkali-kali mencetak film box office.  Tapi para produser sangat memahami bahwa dirinya sendiri tidak bisa menjamin keberhasilan filmnya berikutnya.  Rasa percaya dirinya terjaga tetap tinggi karena beberapa kali mencetak film box office tapi tidak pernah menjadi arogansi karena yakin pada dasarnya  tidak ada satu pola yang bisa dipegang untuk MENJAMIN sebuah keberhasilan.

 

(17 May 2016)