KEGAGALAN KARYAWAN

 

Apa dampak kegagalan karyawan terhadap perusahaan  ?   Tentu saja kita bisa langsung menjawab dengan rugi waktu, rugi biaya, rugi energi.  Tapi lebih dari itu, kegagalan karyawan bisa membuat dia menjadi pemain aman (safety player), dan akibatnya perusahaan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan ide-ide brilian dari karyawan di waktu-waktu selanjutnya.

 

Perusahaan sering merasa aman dengan kondisi karyawan yang patuh tanpa ide-ide pembaruan.  Kepatuhan dianggap jaminan terhadap keamanan.  Kepatuhan seringkali dianggap sebagai faktor terpenting sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya dengan normal.

 

Tentu saja karyawan harus menuruti instruksi pimpinannya.  Tapi  bayangkan jika untuk persoalan-persoalan kecil para karyawan harus menunggu perintah dari pimpinannya, apakah kita masih bisa menganggap perusahaan seperti ini wajar ?

 

Sebuah kegagalan karyawan yang diikuti dengan kemarahan besar pimpinannya,  berakibat secara langsung terhadap hasrat karyawan untuk berinisiatif.  Tanpa inisiatif para karyawan hanya bekerja berdasarkan pola-pola sebelumnya.  Business as usual.  Padahal sepanjang sejarah peradaban manusia kita belajar bahwa pola-pola yang kita kenal dan jalankan sampai pada satu titik tidak bisa lagi memecahkan persoalan baru.  Dibutuhkan pola baru.  Bayangkan jika para karyawan dipaksa untuk patuh pada pola-pola lama dan akhirnya mandek ketika pola lama tidak bisa memecahkan persoalan atau masalah baru.  Persoalan-persoalan baru menumpuk menunggu perintah pimpinan terhadap karyawan.  Dan akhirnya…. tidak ada lagi business as usual karena tertinggal jauh dari kompetitor.

 

Karyawan mungkin gagal dalam mendisain sebuah produk baru yang diterima pasar,  karyawan mungkin gagal merancang sebuah strategi komunikasi untuk produk jasa baru,  karyawan mungkin gagal mengembangkan bentuk layanan baru yang memuaskan pelanggan. Karyawan mungkin gagal dalam merancang sebuah cara menyelesaikan persoalan.  Kegagalan ini tidak berdampak langsung pada perusahaan sampai akhirnya perusahaan memutuskan menghentikan kegagalan ini dengan cara membungkam semua kemungkinan inisiatif dan ide-ide baru. Seperti kata Steve Jobs,”it doesn’t make sense to hire smart people and then tell what to do; we hire smart people  so they can tell us what to do.”

(5 May 2016)