catatan dan inspirasi

RENCANA OPTIMIS

 

Sikap kita menghadapi masa depan seringkali dibedakan dengan dua macam:  optimisme dan pesimisme.   Peter Thiel ternyata membagi optimisme dan pesimisme dalam dua macam:    pasti dan tak pasti

 

Pesimisme Tak Pasti (indefinite pessimism) :  menurut Thiel,  setiap kebudayaan pada dasarnya mempunyai sebuah mitos mengenai menurunnya  masa kejayaan. Pada dasarnya setiap orang adalah pesimis. Bahkan hingga sekarang pesimisme itu mendominasi sebagian wilayah dunia.  Orang pesimis tak-pasti  melihat masa depan yang suram tapi tidak tahu harus melakukan apa. Itulah yang terjadi di Eropa sejak 1970-an ketika gagal bertahan dari kemerosotan birokratis yang tak terkendali.  Saat ini  Eropa mengalami situasi krisis yang terus –meski lambat—memburuk dan tidak ada yang ambil alih untuk pegang kendali.   Dalam  pesimisme tak-pasti ini orang Eropa menyadari  situasi krisis  tapi tidak yakin kejatuhan akan datang cepat atau lambat.

 

Pesimisme pasti (definite pessimism) :   Orang  pesimis definite  percaya bahwa mereka bisa melihat masa depan.  Dan karena masa depan itu sudah pasti buruk,  mereka bekerja keras mempersiapkannya.  Menurut Thiel, China adalah contoh orang  pesimis pasti.  Ketika pertumbuhan ekonominya fantastis (10% setiap tahun sejak 2000) mestinya China percaya diri. Tapi dalam sudut pandang China,  pertumbuhan tersebut masih belum cukup cepat.    China bergerak cepat karena titik berangkatnya memang sangat rendah.   Selain itu China mencontek semua yang berhasil di Barat.  Dan karena populasi China sangat besar  maka harga sumber daya alam pun terdesak untuk lebih tinggi, sehingga tidak memungkinkan bagi China menaikkan standar hidupnya sejajar dengan negara-negara kaya.   Karena itu para pemimpin China selalu terobsesi dengan kemungkinan situasi akan berbalik memburuk. Apalagi para pemimpin adalah generasi yang pada masa kecil pernah mengalami masa-masa kelaparan yang sangat sulit sehingga mereka melihat masa depan sebagai ancaman yang nyata

 

Optimisme pasti (Definite Optimism):  Orang optimis-pasti menganggap masa depan akan lebih baik daripada hari ini jika kita merencanakan dan bekerja untuk membuatnya lebih baik.  Dari abad 17 hingga tahun 50an dan 60an  para optimis-pasti dari Barat memimpin pergerakan ini. Ilmuwan,  insinyur,  dokter dan pengusaha sama-sama mengusahakan agar hidup menjadi lebih kaya, lebih sehat dan lebih panjang umur.  Berbagai penemuan teknologi muncul dalam fase ini.

 

Optimisme tak pasti (Indefinite optimism):   Setelah sempat dikuasai  kaum pesimis di tahun 1970-an,   Amerika Serika kembali otpimis sejak periode 1980-an ketika bull market   (saham, valas, obligasi, komoditas) sangat berkembang dan membiayai berbagai proyek teknologi sebagai sebuah upaya mendekati masa depan.  Bagi  orang optimis tak-pasti,  menurut Thiel,  masa depan pasti lebih baik tapi tidak tahu dengan persis dengan cara bagaimana sehingga mereka tidak menyusun rencana-rencana spesifik.  Mereka berharap mendapatkan keuntungan dari masa depan  tapi tidak merasa perlu untuk merancang  masa depan secara benar.

 

Jika Thiel tinggal beberapa lama di Indonesia, di manakah dia akan memposisikan masyarakat Indonesia  ?     Mungkin Thiel akan bingung.  Cukup banyak orang optimis,  banyak juga orang pesimis.  Optimisme itu ditawarkan oleh beberapa individu dengan prestasi yang menonjol. Tapi sebagai sebuah gerakan optimisme masal menuju sebuah tujuan tertentu, itu tidak terlihat.  Orang hanya merasa yakin bahwa besok akan lebih baik dari hari ini.  Tapi jika ditanya dalam bentuk apa lebih baik, mungkin jawabnya tidak tahu.  Jika ditanya apa yang harus dilakukan untuk mencapai lebih baik itu,  mungkin juga jawabnya tidak tahu.  Seakan-akan orang yakin masa depan lebih baik tapi merasa tidak berkaitan dengan upaya mewujudkan masa depan yang lebih baik.  Karena itu ‘perencanaan’ adalah sebuah kata yang makin lama makin terdengar aneh.  Seorang karyawan sebuah stasiun televisi ketika diminta untuk menyerahkan dokumen perencanaan 10 tahun ke depan, dia kebingungan.  Karena dalam operasional stasiun televisi yang dia kenal,  rencana untuk bulan depan saja tidak ada, apalagi tahun depan.  Rasanya itulah tantangan kita semua saat ini: perencanaan.

 

(18 April 2016)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *