CDO

 

“Content is no longer a king”  begitu kata David Whitworth.  Alasannya ?    Membuat konten yang bagus memang keharusan,  tapi tidak cukup sekadar itu.  Konten itu memang harus  memenuhi permintaan penonton, tapi  yang paling penting,  konten itu harus bisa ditemukan sebelum orang-orang berpikir untuk mencarinya di mesin pencari.

 

Contoh,  mungkinkah kita membuat sebuah konten tentang memancing di laut lepas yang begitu menariknya sehingga jadi bahan perbincangan di media sosial sehingga konten itu ditemukan bahkan sebelum para pemancing mania mencarinya di mesin pencari

 

Masalah konten yang harus mudah ditemukan ini juga dialami oleh tv terestrial  atau tv gratis.  Katakanlah setidaknya ada 10 stasiun tv yang bersiaran selama 24 jam setiap hari.  Jadi setiap hari ada minimal ada 240 jam.  Jika ada program komedi situasi di salah satu stasiun tv itu  sangat berkualitas  berdurasi 30 menit maka bisa dipastikan program sitkom itu sangat sulit ditemukan.  Karena program itu terselip dan tertimbun di antara 240 jam siaran seluruh tv.

 

Kalau ada pertanyaan  “mengapa stasiun tv saat ini cenderung menayangkan program dengan durasi sangat panjang ( 2 – 4 jam) dan mempunyai keseragaman jenis program dari pagi hingga malam ?”  maka jawabannya menjadi lebih mudah:   karena stasiun tv mempunyai kesulitan untuk membuat sebuah program baru ditemukan !

 

Tak heran jika kemudian ada tv yang dari pagi hingga malam menayangkan drama India atau Turki.  Atau ada sebuah program variety show di waktu tayang utama mempunyai durasi 3 – 4 jam.

 

Semua konten berebut untuk diketemukan.  Konten yang istimewa pun belum tentu bisa langsung ditemukan jika tidak mampu “bersuara keras” hingga dengan mudah diketemukan. Karena itu muncul istilah baru Content Discovery Optimatization atau CDO.  Sebuah program drama pernah memunculkan theme song yang sangat melodius dan liriknya sangat menarik perhatian untuk membuat program drama yang akan ditayangkan menjadi  tampil jelas di hadapan penonton.

 

Orang-orang kreatif tidak hanya memproduksi konten tapi harus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuat konten itu gampang diketemukan.

(26 March 2016)