LOKAL

 

Dalam sistem penyiaran tv di Indonesia masih dikenal kewajiban siaran konten lokal.  Paradoksnya:  dalam era yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi apapun yang dianggap menarik, mengapa perlu mengkhususkan pada konten lokal ?

 

Contoh:   untuk masyarakat Makasar, apakah masih perlu ada berita khusus mengenai Makasar jika masyarakat Makasar mengonsumsi berita bukan berdasarkan lokalitasnya tapi berdasarkan berita apa yang menarik ?  Berita yang menarik bisa berupa badai tornado di Amerika Serikat, atau laki-laki beristri sepuluh di kepulauan Fiji atau  penyanyi pop jawa yang terkenal di Suriname

 

Seseorang di pelosok Ujung Kulon, Jawa Barat  bisa mengunggah berita lokal tentang bocah lokal yang  hebat main piano jazz ke youtube maka dengan seketika materi berita tersebut tidak lagi bersifat lokal karena bisa diakses dari segala penjuru dunia.

 

Ada bakat-bakat lokal  –penyanyi, penari, pemusik, pesulap dan lain-lain—  dalam pengertian hanya dikenal sebatas  lokal tempat dia tinggal.  Tapi ketika bakat lokal itu direkam melalui video dan diunggah ke internet, maka materi itu punya peluang untuk menjadi menarik dalam tingkat internasional.

 

Karena itu, mestinya dimana pun lokal seseorang berada, dia mempunyai kesempatan yang relatif sama dengan lokal-lokal lain untuk menciptakan karya dan ide yang tersebar dalam skala internasional.  Siapapun itu.

 

(10 March 2016)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + eight =