TUJUAN

 

Mungkin suatu saat diskusi mengenai bentuk sebuah karya (buku, film, animasi, dll) mengalami kebuntuan karena terdapat begitu banyak keinginan yang ingin dipenuhi. Mungkin pada saat itulah perlu kembali berpikir mengenai tujuan dengan dipancing pertanyaan-pertanyaan semacam ini:

 

-Untuk tujuan apakah karya ini dihadirkan ?  Untuk meraih keuntungan komersial sebesar-besarnya ?  Atau untuk memelihara pelanggan/konsumen/pemirsa yang sudah ada agar berkembang hingga 5 tahun ke depan ?  Atau sekadar mendapatkan perhatian yang sebesar-besarnya atas pernyataan atau pesan yang disampaikan ?   Atau apa ?

 

-Apakah karya ini merupakan perluasan dari karya sebelumnya ataukah karya yang benar-benar baru ?  Jika memang perluasan, betulkah sudah tercipta jembatan antara konsep lama dan baru ?   Jika karya ini benar-benar baru, adakah upaya-upaya yang dilakukan agar pelanggan/konsumen/pemirsa bisa menapak anak tangga secara bertahap hingga kemudian dia mempunyai keterikatan dengan karya baru ini ?

 

-Apakah karya ini berangkat dari  ide brilian seorang  kreator atau dari riset mengenai potensi dari sebuah ide/tema/konsep/cerita ?

 

Sebuah titik berangkat menjadi penting karena menentukan disain seperti apa yang akan dibentuk.  Kecuali jika kita   menganggap disain tidak penting sehingga proses perealisasian ide kita biarkan  terhambat dan buntu di suatu titik nanti.

 

(15 February 2016)