ABADI

 

Yang bisa membuat abadi adalah ingatan.  Barangnya sudah lama tidak ada tapi tetap ada di ingatan. Ada banyak sekali program tv datang dan hilang silih berganti,  tapi sangat sedikit yang bertahan di ingatan. Coba saja survei secara acak di jalanan:  apa program tv  dari tahun 2014 yang masih anda ingat sampai sekarang ?  Setiap orang akan berusaha mengakses memorinya dengan sangat susah payah untuk menemukan program tv yang membuatnya masih ingat.  Kalaupun ketemu judul sebuah program di memorinya,  dia akan berusaha dengan keras untuk mengingat apakah program tv tersebut tayang di 2014 atau tidak.   Coba ganti pertanyaannya:  apa program tv 20 tahun terakhir ini yang masih anda ingat ?   Dia akan lebih mudah menyebutkan beberapa.  Bahkan untuk orang usia di atas 40 tahun dia akan menyebutkan beberapa program dari  masa ketika TVRI masih satu-satunya siaran televisi di Indonesia.

Untuk menjadi abadi adalah mungkin.  Sejak awal mestinya ada disain yang membuat sebuah program tv bertahan lama di benak pemirsa dan kemudian sekumpulan pemirsa yang menggandrungi program tv itu akan terus merawat ingatan tentang program tv tersebut.

Sebut salah satu program tv di Amerika Serikat yang bertahan begitu panjang:  Law & Order.  Ditayangkan selama 20 season atau sekitar 20 tahun !   dari tahun 1990 hingga 2010.   Dengan total jumlah episode hanya 456 episode.  Bandingkan dengan di Indonesia yang jumlah episodenya dengan mudah melampaui  angka 500 (karena ditayangkan 5 kali dalam seminggu).  sitkom Suami-Suami Takut Istri lebih dari 700 episode.   Sinetron dengan judul “tukang-tukangan itu”  sudah lebih dari 3.000 episode.  Perbedaannya,  sanggupkah sinetron-sinetron itu tetap diingat 2 atau 3 tahun ke depan ?   ataukah sudah tergilas dengan ingatan terhadap sinetron-sinetron yang terbaru ?     Akankah masih ada penontonya jika sinetron-sinetron itu diputar ulang pada 2 atau 3 tahun ke depan ?

Pada akhirnya di luar sana ada perlombaan untuk menjadi abadi dengan cara membuat cerita yang semengesankan mungkin agar bertahan selama mungkin di benak sebanyak mungkin pemirsa. Beberapa program tv bahkan bertahan hingga lintas generasi.  Sedangkan di sini, belum terpikir tentang keabadian.  Sebuah program tv dianggap cukup jika bisa memberikan rating dan penghasilan. Apakah bisa bertahan hingga 5 atau 10 tahun ke depan, itu bukan bagian dari perencanaan kreatif.  Padahal, inti dari industri kreatif itu adalah kepemilikan hak cipta yang bisa memberikan manfaat ekonomis selama bertahun-tahun kemudian.

 

(14 January 2016)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 18 =