catatan dan inspirasi

PENDIDIKAN KREATIVITAS

 

Darimana mulainya anak berkenalan dengan kreativitas dalam tahap paling awalnya ketika di bangku sekolah ?

 

Sebagian dari kita mengingat bahwa riwayat pengalaman bersekolah kita dipenuhi dengan pengalaman menghapal dan disalahkan ketika jawaban kita tidak sama dengan kunci jawaban. Kita tidak diajak berpikir tapi diperintah menjawab.   Sejak awal kita dihambat untuk mempunyai ide sendiri.   Puluhan tahun yang lalu Ki Hajar Dewantara sudah mengenal konsep kreativitas di bangku sekolah.

 

“Hidup dan tumbuhnya anak-anak itu terletak di luar kecakapan dan kehendak kita sebagai kaum pendidik.  Anak-anak itu sebagai makhluk, sebagai manusia, sebagai benda hidup, teranglah hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri  (buku Pendidikan, hal. 21)

 

“…kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu “dipelopori”,  atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuannya dengan menggunakan pikirannya sendiri…  (peringatan Taman Siswa 30 tahun  1952)

 

Sejak awal Ki Hajar sudah mempunyai konsep bahwa anak-anak mestinya dibiasakan menemukan jawabannya sendiri.  Anak-anak tidak semestinya didikte terus-menerus mengenai jawaban yang benar.  Dengan demikian, yang dilatih terus adalah cara berpikir divergen. Berusaha menemukan berbagai kemungkinan. Mencari sebanyak-banyaknya jawaban.  Menjadi bingung pada awalnya adalah wajar. Tapi kemudian anak-anak merdeka dan bertanggung jawab terhadap jawaban atau ide yang dimilikinya. Anak-anak dilatih untuk mengenal dirinya sendiri.  Mengenali potensinya. Para guru menjadi bagian dalam mendorong anak-anak untuk mampu mengembangkan potensinya.

 

Kata kreativitas mungkin belum pernah disebut Ki Hajar Dewantara, tapi seluruh ajarannya menunjukkan kesadaran penuh akan potensi kreativitas setiap anak. Sekolah nantinya yang akan punya pilihan:  mematikan atau menumbuhkan potensi itu.

(27 November 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *