10.000

 

Angka 10.000 sudah telanjur dimiliki oleh Malcolm Gladwell.  Setiap menyebut atau menulis angka 10.000 pasti sudah tertebak kelanjutannya adalah menjelaskan pernyataan Malcolm yang menyatakan bahwa untuk bisa tahap expert harus melampaui latihan selama minimal 10.000 jam.  Entah sudah berapa banyak pembicara dan trainer yang menyelipkan pandangan Malcolm ini dalam salah satu slide-nya.

 

Tapi pandangan berlatih 10.000 jam ini pun sudah banyak penggugatnya.

 

Contohnya cerita ini.  Sekitar tahun 2003 Magnus Carlsen yang waktu itu berumur 13 tahun menimbulkan kehebohan di dunia catur ketika dia mengalahkan mantan juara dunia catur Anatoly Karpov dalam sebuah turnamen catur di Reykjavik, Islandia.  Di hari berikutnya pecatur peringkat atas Garry Kasparov – yang dipandangsebagai pemain catur terbaik dunia—berhasil dipaksa remis oleh Carlsen.    Kehebatan Carlsen terus berlanjut, dia mendapat gelar Grandmaster di tahun 2014,menjadi nomer satu dalam Norwegian Chess Championship tahun 2006, pemain termuda dalam sejarah yang pernah meraih posisi nomer satu dunia di tahun 2010 dan peringkat teratas dalam sejarah di tahun 2012.

 

Tentu saja yang menjadi pertanyaan kemudian: Bagaimana menjelaskan keberhasilan spektakuler semacam ini ?  Apa yang membuat seseorang melampaui posisi semua orang di musik, games, olah raga, bisnis atau ilmu pengetahuan ?

 

Di dunia animasi dan games Indonesia, katakanlah,  aturan 10.000 jam berlatih itu seakan-akan sesuatu yang tidak  bergaung.  Kita bisa terkaget-kaget dengan karya-karya baru (dari anak-anak yang masih belia) yang kehebatannya melampaui karya para senior yang mestinya lebih unggul dalam jam terbang.

 

Di sebuah sekolah dasar di Jakarta selatan ada yang berpandangan bahwa untuk membuat murid mampu mengerjakan soal-soal ujian nasional SD tidak perlu waktu bertahun-tahun.  Sekolah ini hanya fokus pada upaya membuat anak-anak “senang belajar” (pembelajar),  untuk menghadapi ujian nasional para murid hanya perlu ketrampilan ringan yang bisa dilatih hanya dalam waktu 3 bulan dan terbukti berhasil.

 

Tentu saja, pandangan latihan 10.000 jam Malcolm Gladwell ini tetap banyak pendukungnya.  Tapi substansinya, dalam soal karya,  siapa pun punya peluang untuk menjadi nomer satu bahkan jika harus  bersaing dengan para senior yang sudah berlatih lebih dari 10.000 jam.  Tak perlu kecil hati bagi yang belum 10.000 jam. Dalam setiap balapan, sebuah mobil yang jauh tertinggal di belakang pun tetap punya peluang untuk melampaui satu per satu hingga menjadi nomer satu.

 

(19 November 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =