PROVOKASI

 

Teknik provokasi yang diajarkan Edward de Bono adalah upaya untuk menghasilkan ide-ide baru dengan cara mudah.  Pada dasarnya setiap orang sudah telanjur punya pola dalam cara berpikirnya sehingga sulit berpikir keluar dari pola.  Jika sulit berpikir keluar dari pola yang selama ini, maka sulit pula ad aide-ide baru yang mampu menjadi terobosan.  Contoh provokasi ini misalnya, “bagaimana jika mobil beroda bentuk segi empat.” Maksud dari provokasi ini bukan benar-benar harus mewujudkan sebuah teknologi mobil yang mampu beroda empat.  Dari provokasi ini misalnya lahir ide untuk sebuah mobil yang mampu bergerak dengan sangat baik di medan atau jalan seberat apapun.

 

Tiap hari kita bisa memprovokasi demi munculnya ide-ide baru. Ingat, provokasi ini harus tidak masuk akal agar mampu memaksa otak  keluar dari pola yang selama ini ada. Provokasi bisa apa saja. Katakanlah kita bermain-main untuk sebuah restoran.  Apa saja provokasinya.

 

1.Bagaimana jika orang-orang mau mampir ke sebuah restoran untuk makan meski  restoran itu tidak memasang papan nama bertuliskan restoran ?   Tentu saja tidak masuk akal ada restoran yang tidak memasang papan nama bertuliskan restoran, rumah makan atau kafe.  Tapi  provokasi ini akan memancing ide-ide mengenai sebuah restoran yang dari desain mukanya saja sudah membuat sebagian besar orang yang lewat depan situ akan tergerak untuk mampir dan makan. Sebuah tantangan disain (arsitektur) yang luar biasa.

 

2.Bagaimana jika sebuah restoran dilayani oleh para pelayan yang semuanya berpenampilan mulut diplester sehingga tidak bisa bicara ? ini jelas tidak mungkin.  Bagaimana mungkin ada restoran yang bisa memuaskan pelanggan jika para pelayannya tidak bisa bicara bahkan tidak bisa tersenyum ?!  Provokasi ini akan mendorong keluarnya ide-ide tentang bentuk pelayanan yang unik dan memuaskan di luar faktor senyum dan bicara.  Misalnya dari segi kostum pelayan, bentuk rambut pelayan, gestur tubuh pelayan, cara pelayan menghidangkan makanan pesanan, dan lain-lain.  Provokasi ini memancing penjalajahan terhadap kemungkinan layanan-layanan lain yang bisa memberi pelanggan sebuah customer experience.

 

3.Bagaimana jika sebuah restoran sama sekali tidak perlu tempat parkir ?  ini jelas tidak mungkin. Restoran tentunya untuk kalangan menengah ke atas.  Dan kebanyakan kalangan ini menggunakan kendaraan roda empat.  Sebuah restoran tanpa tempat parkir sudah pasti tidak menarik perhatian kelas menengah.  Provokasi ini mengajak penjelajahan ke ide-ide memberi customer experience dalam bentuk cara menuju restoran itu.   Kendaraan di parkir di sebuah tempat dan tamu menju ke restoran dengan menggunakan perahu untuk menyeberang sungai. Atau  harus menggunakan kereta gantung menuju ke restoran  (sebagaimana dilakukan di sebuah restoran di Bali).

 

(18 November 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 11 =