PERBANDINGAN

 

Tidak ada diskriminasi terhadap ide.   Ide apapun pada gilirannya akan melewati proses diperbandingkan.  Entah itu oleh juri,  pimpinan atau  konsumen. Dalam kecepatan berbeda-beda sebuah ide biasanya direspons dengan pertanyaan-pertanyaan semacam ini :

 

Apakah memang benar-benar baru ?adakah perbedaan dengan ide sebelumnya ?seberapa besar perbedaan dengan ide sebelumnya ?Apakah ide ini juga tidak ada sebelumnya di negara lain ?

 

Dalam beberapa kasus, sebuah ide dijelaskan ke sana-kemari bahwa ide ini berbeda dengan ide sebelumnya dengan perbedaan A, B,C dan seterusnya tapi tetap orang tak menaruh perhatian pada ide ini.  Dalam beberapa kasus,  ide itu tetap jalan meski setelah diperbandingkan mempunyai kesamaan, dan kemudian ide ini ternyata mempunyai banyak penggemar.  Dalam beberapa kasus, sebuah ide yang diteriak-teriakan sebagai ide baru tidak dipedulikan khalayak sampai akhirnya benar-benar direalisasikan dan setelah diperbandingkan ternyata kualitasnya tidak lebih baik dari produk sebelumnya.  Dalam beberapa kasus, ide ini sudah diakui tidak berbeda dengan ide sebelumnya dan berusaha memperbaiki kualitas eksekusi produksinya, dan ternyata khalayak sangat suka.

 

Ide atau apapun yang kita jual pada gilirannya akan diperbandingkan –oleh juri, khalayak, konsumen, pembeli, komunitas–  namun keputusan tetap ada pada kita untuk meneruskan atau hanya berhenti sampai di situ setelah mendengar hasil perbandingan (yang menyakitkan).    Kalau memutuskan untuk meneruskan kita akan menemui perbandingan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya…. sampai  satu titik dimana perbandingan tidak penting lagi karena ide itu atau produk itu menjadi satu-satunya yang ada di benak konsumen atau pembeli.

(11 November 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =