TURKI

 

Dalam sebuah pameran biro travel, seorang ibu setengah baya masuk dalam salah satu kios dan bertanya mengenai paket perjalanan ke Turki.  Ibu yang seperti ini ternyata cukup banyak.  Pemicunya ?  Drama seri Turki yang cukup banyak di layar tv Indonesia.

 

Di akhir tahun 2014 Turki sudah menjadi eksporti kedua terbesar di dunia –setelah AS—untuk produk  drama seri tv.  Dengan pendapatan tahunan sebesar lebih dari  AS $ 200 juta tersebar di lebih 100 negara.  Padahal di tahun 2004  pendapatan dari drama seri tv ini hanya AS  $ 20.000.

 

Seiring dengan banyaknya drama seri tv Turki ke negara-negara lain, berkembang juga angka bepergian ke Turki.  Penjualan tiket Turkish Airline meningkat dua kali lipat di 2012 dan 2013 untuk negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Bahrain. Belum ada data untuk Asia Tenggara termasuk Indonesia.

 

Sekali lagi ini membuktikan bahwa cara promosi yang paling hebat adalah lewat cerita.  Korea Selatan sudah membuktikan lebih dulu dengan drama serinya mampu membuat perolehan devisa atas pariwisata meningkat luar biasa.  Kali ini Turki.  Indonesia kapan ?   Sudah dimulai dengan fenomena meledaknya film Laskar Pelangi,  telah meningkatkan kunjungan wisata ke Belitung.

 

Cerita tidak bisa ditunggu bakal bermunculan di tiap daerah atau dari setiap stasiun tv.   Cerita harus didorong dan diarahkan sejak awal.  Dan, pengalaman Korea Selatan dan Turki memberi pelajaran bahwa dukungan negara sangat penting.  Di Turki bahkan ada insentif  untuk drama seri tv yang mengangkat nilai-nilai penting keluarga.

 

(4 November 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + fifteen =