HUMOR

 

“If I had no sense of humor, I would have long ago committed suicide.” – Mahatma Gandhi

“Humor is by far the most significant activity of the human brain.” – Edward de Bono

 

Humor itu mestinya bentuk pelampiasan kreativitas yang langsung terlihat hasilnya:  kelucuan.  Orang bisa beralasan bahwa lucu itu relatif tapi kalau 8 dari 10 orang mengatakan lucu, cukuplah.

 

Di layar tv bisa langsung dirasakan mana komedi yang memang menghasilkan kelucuan dan mana yang berusaha keras untuk melucu.  Kelucuan itu hasil kreativitas, sedangkan melucu hanya sebuah kemampuan untuk melakukan teknik tertentu.  Kelucuan itu hasil dari sebuah upaya disain terhadap format pertunjukan,  melucu itu upaya peniruan terhadap materi-materi yang pernah menghasilkan kelucuan. Kelucuan mampu menimbulkan perasaan lepas, tertawa dan optimisme, sedangkan melucu kadang-kadang menimbulkan perasaan kasihan dan tertekan.

 

Skill memang perlu. Tapi di atas segalanya, disain yang utama.  Spontanitas memang harus dilatih. Tapi di atas semuanya, diperlukan kemampuan merancang disain program.

 

Program komedi  tidak sekadar kumpulan para pelawak yang diambil gambarnya ketika sedang melucu.  Program komedi mestinya sebuah konsep utuh mengenai komedi dan diterjemahkan dengan baik dalam bentuk skenario/skrip sehingga yang memerankan bukan pelawak pun bisa menghasilkan kelucuan.

 

Sekali lagi kita diingatkan Daniel H Pink:  persaingan di era sekarang ini adalah persaingan konsep. Sehingga upaya membuat program komedi tanpa konsep yang kuat, tak akan menghasilkan humor dan kelucuan.

 

(23 October 2015)