ANEH

 

Kata ‘aneh’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan “ tidak seperti yang biasa kita lihat (dengar dan sebagainya)”.  Jadi apapun yang berbeda dari biasanya kita lihat, dengar, rasakan dan lain-lain.    Jika kita biasa melihat angsa putih,  maka kita merasa aneh jika ada angsa berwarna hitam (meskipun dalam kenyataan angsa  hitam itu benar-benar ada). Jika kita biasa melihat anak-anak bergaya polos dan jujur, maka kita merasa aneh ketika ada anak yang berdandan ala perempuan dewasa (meskipun di kota-kota besar fenomena ini mulai dianggap biasa).

 

Dalam konteks sebuah pertunjukan, apakah keanehan bisa dijual ?

 

Dalam film-film koboi yang berseting Amerika Serikat 1800 an beberapa kali menunjukkan sirkus yang mempertontonkan orang-orang aneh: Perempuan yang berjenggot lebat, kuda berkaki lima dan lain lain.  Dalam pandangan pengelola sirkus waktu itu mungkin berbagai hal yang berbeda secara fisik dari apapun yang biasa orang-orang lihat akan membuat orang-orang rela membayar untuk melihat.  Namun seiring perkembangan zaman, pertunjukan semacam ini sudah tidak ada.

 

Pertunjukan yang lain berubah dalam bentuk layar kaca televisi.  Sebagian masih bisa menjual “keanehan”.   Sebut saja beberapa contohnya.

 

Ada reality show  “hotter than my daughter”.  Dari judulnya langsung terbayang tentang para ibu yang jauh lebih bergaya ketimbang anak perempuannya.  Dalam promonya, program ini mengatakan “jika kamu merasa malu dengan kelakuan ibumu, coba lihat program ini, pengalamanmu tidak ada apa-apanya.”   Secara visual akan langsung terlihat ibu-ibu separuh usia yang bergaya lebih ekstrem ketimbang anaknya.

 

 

Ada juga reality show “extreme cougar wives”.  Cerita tentang pasangan-pasangan yang perempuannya jauh lebih tua dari laki-lakinya.   Contoh pasangan yang pernah masuk dalam salah satu episodenya:  Kathy 54  dan Brad 25,   Stephani 65  dan   Octavio 28.  Secara visual, langsung terlihat bentuk fisik pasangan yang berbeda dari yang biasa kita lihat. Pasangan ini lebih mencerminkan pasangan ibu-anak ketimbang suami istri.

 

Ide-ide tentang sesuatu yang aneh untuk dipertunjukkan akan selalu ada.  Namun sayangnya sesuatu yang aneh terbukti tidak mampu bertahan lama.  Tontonan aneh yang dipertontonkan terus-menerus pada akhirnya tidak aneh lagi dan bahkan  menjadi membosankan.    Tontonan yang memberi sensasi visual lewat keanehannya tetap dituntut untuk mampu memberikan pengalaman baru pada penontonnya.  Pengalaman baru itu bisa dalam bentuk memberikan inspirasi baru atau menimbulkan rasa kagum, empati, terharu dan lain-lain.  Tanpa pengalaman baru itu (yang tentu saja harus didukung oleh kreativitas yang konsepsional), tontonan visual seaneh apapun tidak akan menimbulkan bekas yang berarti dalam hati dan memori para penonton.

 

(20 October 2015)