catatan dan inspirasi

COPY PASTE

 

Suatu ketika beberapa tahun lalu seorang pengusaha papan atas pemilik stasiun televisi dan portal berita bertahun-tahun menggunakan ponsel jadul.  Hingga suatu ketika ponsel itu rusak, dan “terpaksa”  dia mengganti dengan smartphone.

 

Implikasi dari dia menggunakan smartphone ternyata terjadi pada para karyawannya. Dia bisa online sewaktu-waktu dan bisa mengamati portal beritanya.  Salah satu yang dia amati:  75% dari berita di portal berita tersebut bersifat copy paste.  Dia membaca sebuah berita kemudian mengklik berita terkait, nah dalam berita terkait itu beritanya hampir 75% sama dengan berita sebelumnya. Begitu seterusnya dengan berita-berita selanjutnya.  Penulis berita hanya cukup menulis 25% berita, sisanya hasil copy paste.

 

Otak manusia memang cenderung mengolah pola-pola. Segala informasi yang masuk dikelola dalam pola-pola yang sudah ada dalam otak.  Tapi, kebiasaan mengcopy paste tidak sekadar karena otak cenderung mengelola pola-pola, tapi karena copy paste cenderung disemangati.

 

 

Berbagai seminar sempat sangat gemar mempromosikan slogan ATM (amati tiru modifikasi). Itu sejalan dengan cara kerja otak yang terbiasa mengenal pola-pola. Sepanjang sejarahnya manusia meniru tindakan-tindakan yang bisa membuatnya bertahan hidup. Tapi kemudian dalam hidup modern,  solusi atas problem itu tidak hanya sekadar mengikuti pola, tapi bisa jadi merombak atau mendestruksi pola yang sudah ada. Sehingga tidak cukup hanya dengan memodifikasi pola.

 

Edward De Bono, tokoh lateral thinking terkemuka, memberi contoh sederhana yang sangat bagus.  Dalam kosa kata bahasa inggris:  ada huruf  AT.   Jika diberi huruf R, maka langsung diletakkan di depan menjadi RAT.  Jika ditambah lagi huruf E, maka disusun di belakang menjadi RATE.  Jika ditambah lagi huruf G, bisa langsung diletakkan di depan menjadi GRATE.   Tapi bagaimana jika ditambah huruf T ?  diletakkan di depan atau di belakang tidak akan membentuk kata baru. Pada titik ini tidak bisa lagi berpegang pada pola. Yang harus dilakukan adalah mendekonstruksi pola dan mendesain ulang.  Kata GRATE harus dipecah menjadi huruf   G-R-A-T-E.  Maka jika ditambah huruf T dan disusun ulang bisa didapat kata baru  T-A-R-G-E-T.

 

Di industri penyiaran tv juga terjadi semangat copy paste ini karena terbiasa berpikir dalam pola-pola mengerjakan sesuatu yang sudah berhasil di masa lampau. Muncul semangat tidak mau repot-repot. Padahal sekali lagi,  solusi tidak selalu  diperoleh  terjadi dengan cara mengikuti pola.  Tidak bisa sekadar meniru program tv yang sudah ada.  Mesti dicoba mendekonstruksi program yang ada dan kemudian mendesainnya ulang. Di situ baru ada makna penting dari KREATIVITAS.

 

(14 October 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *