MULAI

 

Memulai itu mudah,  menuntaskan tidak semudah memulainya.  Kita bisa memulai menulis buku  saat ini juga.   Tapi menuntaskan menjadi buku  adalah perjuangan sangat panjang.

 

Kita memulai dengan penuh gembira dan gairah.  Sedikit demi sedikit rasa gembira dan gairah itu bisa hilang hingga di tengah jalan sebelum buku itu benar-benar selesai, kita sudah berhenti.    Kita berhenti hanya dengan alasan bahwa gembira dan gairah itu sudah tidak ada lagi.

 

Kita mulai hari ini,  besok hingga satu atau dua minggu kemudian kita masih setia untuk menjalankan sebuah proyek realisasi ide hingga akhirnya  3 minggu atau sebulan kemudian kita mulai tergoda dengan pikiran “ide ini tidak terealisasi pun tidak masalah.”

 

Kita mulai hari ini, dan rasanya perlu ada sebuah komitmen dan rencana yang dicanankan sejak hari ini pula bahwa kita tidak akan berhenti hingga proyek ini dituntaskan.

 

Memulai sebuah proyek tanpa batasan atau rencana kapan proyek ini selesai,  sama saja membuka pintu lebar-lebar untuk berhenti kapan saja di tengah jalan.

 

Begitu mudah berhenti sehingga bahkan kita tidak merasakan konsekuensi apa-apa ketika benar-benar berhenti.  Justru ketika kita memutuskan untuk berjalan, berarti kita memutuskan untuk menahan rasa sakit,  memaksa bekerja lebih lama lagi tanpa rasa gembira dan gairah.

 

Gairah (passion) bukan segalanya.  Menuntaskan sesuatu adalah segalanya.  Bayangkan James Cameron yang butuh waktu 14 tahun untuk merealisasikan ide film Avatar-nya.  Selama 14 tahun itu pasti ada masa-masa sulit ketika tak ada lagi rasa gembira dan gairah. Tapi proyek ini tetap dituntaskan. Dan, percayalah, ketika sebuah proyek berhasil dituntaskan,  rasa gembira dan gairah itu akan datang berlipat-lipat.

 

(18 September 2015)