GEN Y

 

Suatu kali saya berbincang dengan seorang trainer senior.  Trainer ini sudah melatih ribuan orang dari berbagai perusahaan besar.  Kali ini perbincangan kami menyinggung sebuah perusahaan yang bergerak di media.  Trainer ini menyebut perusahaan tersebut  punya masalah besar.  Apa masalahnya ?  “Perusahaan ini di awalnya berisi karyawan-karyawan yang sangat militan. Loyal dan kerja sangat keras. Setelah 12 tahun sebagian besar karyawan ini sudah pindah, diisi dengan karyawan-karyawan baru yang sebagian besar adalah gen Y. Ada perbedaan yang sangat mendasar.  Kalau sebelumnya relatif lebih loyal,  generasi yang ini mudah tergiur dengan iming-iming gaji sedikit  lebih besar di tempat lain. Perbedaan gaji yang hanya Rp 1 – 2 juta saja bisa membuat mereka pindah kerja. Kebanyakan perusahaan besar mempunyai masalah dalam mengelola gen Y.”

 

Kata-kata trainer ini sejalan dengan deskripsi tentang gen Y di beberapa artikel.  Gen Y cenderung mudah pindah tempat kerja.  Itu karena gen Y  cenderung punya pola pikir dan perilaku haus akan tantangan. Gen y tidak sabaran untuk menunggu terlalu lama dalam mengejar karir. Dengan pindah tempat kerja, gen Y berharap bisa naik jabatan atau setidaknya lebih berpeluang dibandingkan tempat kerja sebelumnya. Loyalitas bukan prioritas utama

 

Ketika loyalitas bukan prioritas utama,  sebuah perusahaan mempunyai tantangan dalam membentuk tim yang solid.  Apa artinya membangun tim yang solid setahun ke depan jika secara psikologis anggota tim mempunyai kemungkinan pindah kerja di satu atau satu setengah tahun ke depan ?  Mesti ada sesuatu yang membuat gen Y mau tetap tinggal di satu tempat kerja. Sesuatu itu adalah merasa terlibat dalam sebuah visi.  Sebuah visi tidak sekedar tulisan yang bisa ditempel di dinding agar terbaca oleh semua karyawan.  Sebuah visi lebih menyerupai gambaran imajinatif tentang yang akan dicapai 5 atau 10 tahun mendatang.  Sebuah visi yang mampu membuat gen Y merasa tidak perlu pindah-pindah kerja karena “buat apa pindah-pindah jika tetap ada di sini mampu meraih tujuan dengan lebih cepat”. Sebuah visi yang mampu membuat gen Y bisa memuaskan ambisi pribadinya dengan cara bekerja sama dengan orang-orang dalam satu perusahaan.

 

(2 September 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − ten =