JOB VS WORK

 

Apa bedanya “job” dan “work”  dalam bahasa Indonesia ?   Sepertinya agak sulit untuk membedakan.  Karena itu sebaiknya ditampilkan utuh kutipan dari  Seth Godin mengenai perbedaan keduanya.

 

“The job is what you do when you are told what to do. The job is showing up at the factory, following instructions, meeting spec, and being managed.  Someone can always do your job a little better or faster or cheaper than you can.  The job might be difficult, it might require skill, but it’s a job.  Your art is what you do when no one can tell you exactly how to do it. Your art is the act of taking personal responsibility, challenging the status quo, and changing people.  I call the process of doing your art ‘the work.’ It’s possible to have a job and do the work, too. In fact, that’s how you become a linchpin.”  (Linchpin: Are You Indispensable ?)

 

Sebagian kita mengerjakan “job” terus menerus sepanjang karir.  Mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Mengerjakan apa yang diperintahkan.  Mengerjakan sesuatu yang bisa membuktikan kita bekerja di depan para pimpinan.  Mengerjakan sesuatu yang memang harus dikerjakan oleh orang-orang di posisi itu.

 

Bayangkan itu terjadi di sebuah organisasi bisnis yang bergerak di industri kreatif, katakanlan sebuah stasiun tv.   Bayangkan semua orangnya hanya mengerjakan apa yang diperintahkan. Semua orang hanya mengerjakan berdasarkan SOP.  Padahal  tidak ada seorang pun bisa mengajarkan bagaimana membuat program tv yang berhasil.  Bahkan jika pun sebelumnya ada program tv yang berhasil, semua langkahnya diterapkan untuk masa sekarang pun belum tentu berhasil.  Yang dibutuhkan bukan orang-orang yang mengerjakan “job”, tapi melakukan “the work”.  Orang-orang yang yakin bahwa menghasilkan program tv bukan melalui proses mengerjakan sesuatu yang diperintahkan.  Orang-orang yang mampu berpikir secara konseptual mengenai ide tertentu dan merealisasikannya dengan cara yang mau tak mau harus baru  karena sebelumnya belum ada yang berhasil merealisasikan.

 

Ini bisa menjadi indikator juga dari para pemimpin yang mendapati organisasinya terlihat lesu dan tidak bersemangat:  apakah para karyawan sekadar melakukan “job” ?  Jika benar begitu,  itu berarti alarm juga buat  para pemimpin itu mesti cepat melakukan “the work”, melakukan perjalanan yang belum pernah diberi contoh oleh orang-orang sebelumnya. Karena itu Seth Godin menyebutnya sebagai Seni.

 

(1 September 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − eleven =