KREATIF SEKALIGUS KERAS KEPALA ?

 

Orang kreatif sering digambarkan sebagai karakter yang gampang pecah fokus.  Pikirannya loncat-loncat  dari satu ide ke ide lain.  Tapi peneilitian yang dilakukan tahun 2013 menunjukkan bahwa orang-orang yang punya keberhasilan kreatif justru punya pikiran yang secara keras kepala memegang erat ide-ide tertentu, bahkan sampai tingkat dimana itu melemahkan kemampuan mereka untuk berganti fokus.

 

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan Darya Zabelina di Northwestern University di Illinois dipilih 34 mahasiswa dari lebih 300 orang yang mengisi kuesioner mengenai pencapaian kreatif,  termasuk 19 orang yang mempunyai prestasi menonjol di bidang music, seni, sains, menulis atau bidang lain dan 15 orang lagi yang nilainya menempati posisi sebagai paling tidak kreatif.

 

Eksperimen ini berangkat dari 2 hipotesis mengenai bagaimana perhatian (attention) berinteraksi dengan kreativitas,  meskipun keduanya tidak saling eksklusif.  Hipotesis pertama adalah bahwa orang-orang yang sangat kreatif  mampu fleksibel dalam mengubah perhatiannya –sehingga mereka adaptif dalam mengubah fokus di antara berbagai level perhatian yang berbeda.  Hipotesis kedua, yang kurang umum, memandang bahwa orang kreatif  menunjukkan persistensi perhatian atau sebuah kemampuan untuk memberikan  perhatian yang berkelanjutan.

 

Penelitian ini memeriksa peran perhatian dalam  pencapaian kreatif dunia nyata dan dalam berpikir divergen. Dalam eksperimen 1 para partisipan dengan pencapaian kreatif dunia nyata yang tinggi dan rendah harus mengidentifikasi  stimulus yang berisi huruf S atau H yang disusun secara hirarkis  ditampilkan dalam bagian-bagian berisi  8 tindakan setiap level (contoh, level global:  huruf S besar disusun dari huruf E ukuran kecil. Level lokal: huruf E disusun huruf S ukuran kecil.)  . Dalam eksperimen kedua,  partisipan dengan pencapaian kreatif tinggi, menengah dan rendah harus mengidentifikasi huruf stimulus yang sama,  tapi dalam bagian-bagian yang berisi  lima, tujuh dan sembilan tindakan di  setiap level.  Hasil dari kedua eksperimen ini mengindikasikan bahwa orang-orang dengan pencapaian kreatif tinggi  membuat kesalahan-kesalahan yang signifikan dalam tindakan-tindakan berganti perhatian.   Hasil dari dua eksperimen ini menunjukkan bahwa tindakan-tindakan kreatif dunia nyata berhubungan dengan  persistensi tingkat perhatian yang meningkat,  bahkan jika biaya/beban untuk menjaga perhatian itu terasa berat dalam keadaan tertentu.

 

Maksudnya,  orang-orang dengan keberhasilan kreatif sangat tinggi, katakanlah –lagi-lagi–   Steve Jobs,  mempunyai perhatian yang terus meningkat bahkan terus menguat untuk sebuah ide besar meski tantangan terhadap ide itu dalam situasi-situasi tertentu terasa sangat berat.  Itu mungkin yang  disebut beberapa orang sebagai:  fokus.  Namun intinya,  terbukti dari orang-orang yang punya keberhasilkan kreatif,  mereka bisa sampai sejauh itu karena mereka cukup keras kepala untuk mencurahkan perhatian pada sebuah ide besar meski itu harus menuntut pengorbanan yang cukup besar juga.

 

(4 August 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 9 =