catatan dan inspirasi

OTAK KANAN

Meski ada beberapa tulisan yang menyatakan teori tentang  otak kanan-otan kiri sudah usang,  namun wacana tentang pembagian peran antara otak kanan dan otak kiri tidak akan mati.  Otak kiri berkaitan dengan peran logika, analisis, matematika.  Sedangkan otak kanan berkenaan dengan peran visual, imajinasi,  seni.

 

Begitu populernya pendekatan otak kanan-otak kiri ini hingga langkah-langkah penjualan menggunakan pendekatan tersebut.  Diyakini:   tindakan apapun  harus melalui otak kanan.  Jadi, ketika sebuah informasi hanya masuk dan diolah di otak kirim, maka tidak bisa berbuah tindakan.  Dalam kerangka penjualan, sebuah produk yang hanya masuk dalam otak kiri saja, maka tidak mungkin terjadi penjualan.  Informasi produk apapun harus mampu masuk otak kiri kemudian “mampir” di otak kanan baru kemudian ada peluang terjadi penjualan.

 

Contoh umum,  sebuah brosur tentang produk yang hanya berisi angka dan statistik  hanya akan berhenti di otak kiri.  Jangan harap konsumen akan tertarik pada produk tersebut karena sama sekali tidak mampir ko otak kanan.  Karena itu diperlukan visual dan estetika dalam sebuah brosur.  Apalagi jika mampu menyentuh imajinasi si konsumen.

 

Karena itu pula promosi apartemen seringkali lebih efektif bukan melalui informasi brosur atau iklan tertulis lainnya tapi datang langsung ke lokasi dan staf penjualan bercerita secara imajinatif mengenai berbagai kenyamanan yang akan diterima si calon pembeli jika sudah menempati unit apartemen itu.  Penjelasan semacam itu sangat memesona otak kana sehingga berpeluang mengarah pada penjualan.

 

Bagaimana dengan dunia tv  ?  Haruskah program tv membuat otak kanan penonton aktif ?   Mengapa harus.  Memangnya ada tindakan yang diharapkan dari penonton setelah menonton sebuah program tv ?   Jelas ada.  Penonton diharapkan menonton lagi di kesempatan berikutnya sehingga perlu pendekatan otak kanan ini.

 

Namun kenyataannya beberapa program tv tidak mampu mampir ke otak kanan penonton karena standar estetikanya rendah.  Otak kanan mencari-cari estetika.  Otak kanan mencari-cari pemuasan lewat sesuatu yang imajinatif.   Ketika visual dicerna sebagai informasi masuk otak kiri.  Otak kiri  memproses, menganalisis, membandingkan dengan tayangan-tayangan yang pernah ditontonnya,  jika kualitasnya lebih rendah maka kecil peluang untuk menyeberang ke otak kanan.  Dan akhirnya tidak ada tindakan untuk mengulang menonton.

 

Selalu menjadi tantangan menarik untuk menciptakan produk atau mempromosikan produk agar memesona otak kanan.

 

(6 July 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *