MITRA

 

 

Berapakah peluang kita menemukan mitra yang setara dengan kemitraan seperti Steve Jobs dan Steve Wozniak ?

Di tahun 1970 Steve Wozniak sudah mahasiswa dan penggiat bidang komputer.  Steve Wozniak didorong-dorong untuk berkenalan dengan seorang anak yang masih SMA.  Wozniak akhirnya mau bertemu dan berkenalan dengan anak SMA tersebut.  Anak tersebut adalah Steve Jobs. Beda umur mereka sekitar 5 tahun.  Wozniak cocok berteman dengan Jobs.  Sama-sama sedang fokus mempelajari chip,  suatu benda yang pada masa itu belum jelas seberapa besar  kapasitasnya dan apa saja yang bisa dilakukan benda itu.  Kemitraan keduanya diawali dengan kegairahan yang sama. Hingga sejarah mencatat mereka membangun perusahaan dan produk yang fenomenal hingga sekarang.

Saya pernah mengawali sebuah kemitraan bisnis di sebuah restoran. Dengan kata-kata semacam “yuk kita bisnis bareng.’   Kami pun berkantor bersama di sebuah tempat.  Mulai bekerja.  Dan tak lebih dari 4 bulan kemudian, kemitraan ini diakhiri dengan kata-kata “rasanya kita tidak cocok bermitra bisnis, sebaiknya kita tetap berteman saja.”   Sebuah awal yang mudah dengan akhir yang mudah pula.

Berbisnis memang bisa sendirian.  Di sisi lain, setiap orang punya kelemahan.  Bermitra memungkinkan kerjasama untuk saling menguatkan potensi masing-masing.  Kemudian pertanyaannya:  bagiamana memilih mitra ?   Scott Gerber  membagi langkah-langkah yang selama ini diterapkannya.

(1)    Cari referensi.   Curriculum vitae sangat bisa dikarang-karang karena itu tidak bisa  dipercaya.  Selidiki saja contoh-contoh dari apa yang pernah dihasilkan  calon mitra.  Bicaralah dengan orang-orang yang pernah bekerja sama dengan calon mitra. Apa yang dirasakan orang tersebut dan bagaimana pandangan orang tersebut atas kelemahan calon mitra ini.  Perhatikan keberadaan dia di dunia internet.

 

(2)    Bisa juga dipelajari calon mitra ini dari media sosial. Dengan siapa saja dia berhubungan.  Apa yang orang-orang katakan mengenai dirinya dan apa yang dikatakan dia mengenai orang (ini bisa menjadi petunjuk penting mengenai dirinya).  Twitter memungkinkan kita memahami bagaimana cara berpikir calon mitra dan bagaimana pandangan dirinya mengenai dunia. Facebook dapat membantu kita memahami apa yang penting bagi kehidupan pribadinya.

 

(3)    Pastikan Anda berdua mempunyai value yang sama. Banyak sekali kegagalan bermintra disebabkan perbedaan value.  Jika anda punya value terpentingnya adalah integritas,  jangan berharap bisa bertahan lama dengan mitra yang punya value kekayaan ditempuh dengan segala cara.

 

(4)    Bekerjalah bersama dia selama satu minggu.  Tidak ada yang bisa menjelaskan siapa calon mitra ini dengan  nyata selain mencoba bekerja bersama orang ini. Ini akan menunjukkan bagaimana si calon mitra mengambil keputusan dan bagaimana dia menjalani pekerjaan secara  umum.

Masih ada beberapa lagi yang disebutkan Scott Gerber untuk mendapatkan mitra.  Empat itu saja sudah cukup mengingatkan kita yang sering lupa bahwa bermitra bisnis itu sekadar berteman.  Pertemanan yang baik malah membuat kita buta mengenai visi, nilai-nilai, cara kerja dari orang tersebut.  Padahal itu aspek-aspek penting untuk membuat kemitraan yang mampu melipatgandakan kekuatan kita.

 

(17 June 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − three =