MILITAN

 

Militan dalam pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bersemangat tinggi, penuh gairah, berhaluan keras.

 

Apakah untuk militan terhadap suatu pekerjaan harus diberi iming-iming uang ?  Ternyata tidak. Dan itu melegakan.

 

Dalam sebuah kesempatan saya pernah harus menguji sebuah modul pelatihan selama 2 hari.  Saya dibantu sebuah komunitas untuk mendapatkan peserta.  Panitianya juga dari komunitas ini.  Mereka menyiapkan semuanya.  Mulai dari ruangan, susunan kursi,  pesertanya,  tata suara,  fasilitator  (bahkan mereka sendiri menjadi fasilitator yang cukup baik)  hingga alat peraga.  Mereka menjadi panitia tanpa dibayar selama 2 hari penuh.  Darimana datangnya semua militansi ini ?

 

Kemarin baru bertemu direktur utama IBM Indonesia. Seorang anak muda belum 40. Dia bercerita tentang sebuah komunitas anak muda yang dia menjadi mentornya. Di komunitas itu ada 10 mentor dan dia bersedia menjadi salah satu mentor dari 10 itu.  Dia tidak dibayar tapi dia bangga pada anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas tersebut.  Bahkan ada sekelompok anak muda dari Yogya datang ke acara dengan biaya sendiri yang seadanya, tidur di masjid, hanya untuk mendapatkan mentoring dari dia.  Ini yang membuat dia mengatakan, “kalau melihat itu saya yakin bangsa ini masih punya harapan.”

 

Militansi yang bisa digerakkan tanpa menggunakan uang itu memang menggetarkan.

 

Di sisi lain, dalam kesempatan memberi materi seminar kreativitas di sebuah kampus, saya merasa sangat tertantang.  Sebagian besar audiens mahasiswa tampak memperhatikan tapi tidak ada semangat. Sebagian kecil malah dengan sengaja menunjukkan ketidakpedulian  (sekadar tanda tangan kehadiran karena ini seminar yang diwajibkan oleh dosennya). Tentu saja ada teknik-teknik untuk membuat para audiens terus berkonsentrasi.  Interaksi diperbanyak.  Cerita-cerita menarik disajikan.  Ketika sesi tanya jawab, sangat sedikit yang menjawab.  Saya tetap berusaha memancing lebih banyak pertanyaan, intonasi lebih banyak dimainkan agar mereka tetap terjaga konsentrasinya.    Tapi semangat itu tak kunjung terbakar.   Mengapa di kampus lainnya, dengan materi yang sama, menunjukkan semangat yang hebat, bahkan interaksi terjadi dengan  cair  ?   Apakah mahasiswanya memang berbeda ?   Apa yang menyebabkan tingkat militansinya berbeda ?

 

Terima kasih pada teman-teman penggerak komunitas semua.  Tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas kalian sudah melakukan aksi untuk mempraktekkannya.  Menggerakkan anak-anak muda untuk bersikap militan yang produktif-kreatif tanpa harus diberi iming-iming uang.  Dan itu modal yang sangat utama untuk memulai perubahan positif.

 

(16 June 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 11 =