MENJUAL IDE

 

Menjual ide tak pernah ada rumusnya,  tapi yang jelas menjual ide masih dalam bentuk proposal punya banyak risiko.

 

Sekian lama saya berada dalam divisi programming sebuah stasiun tv.  Sekian banyak juga yang berusaha mengusulkan ide dalam bentuk-bentuk proposal.  Ide-ide dalam bentuk proposal tak pernah bisa dinilai. Pertama,  karena sudah ada pengalaman bahwa  ide yang kelihatan menjanjikan dalam bentuk proposal ternyata hancur lebur dalam eksekusi produksinya.  Kedua, pihak yang menawarkan ide dalam bentuk proposal memberikan bayangan mengenai kondisi finansial pihak tersebut (membuat demo tape saja tidak mampu bagaimana nanti mampu mendukung opeasional produksi yang membutuhkan dana jauh lebih besar lagi ?)

 

Sehingga ide harus dalam bentuk demo tape atau pilot.

 

Beberapa anak mahasiswa juga menanyakan hal yang sama, “kami punya ide tapi kami tidak punya cukup uang untuk merealisasikannya,  bagaimana cara menjual ide tersebut ke stasiun tv ?”

 

Realisasikan dulu ide itu dalam bentuk sebuah demo tape atau pilot atau film jadi.  Kalau tidak ada uang,  putar otak dan kreativitas untuk mencari pendanaan.  Karena undang-undang hak cipta tidak melindungi ide tapi melindungi ekspresi atau fiksasi dari ide.  Jadi ide itu harus dalam bentuk jadi, sudah dipublikasi,  baru hak cipta melekat di situ dan bisa dilindungi.

 

Ketika kemarin saya bertemu seorang pemilik studio besar animasi di Bali dia menegaskan hal yang sama, bahkan satu episode seri animasi yang tuntas produksi – semenarik apapun itu–  belum mampu mengundang calon pembeli.  Pemilik ide harus mampu menjadi pengusaha.  Ketika satu episode seri animasi terselesaikan,  dia harus berusaha mencari investor untuk membiayai minimal 2 season ( 2 x 13 episode).  Bayangkan jika 1 episode animasi menghabiskan dana Rp 100 – 200 juta , berarti minimal butuh Rp 2,6 M  yang belum tentu mendapatkan pembeli. Tapi harus dilakukan.  Harus berani mengolah sebuah ide menjadi magnet.

 

Jadi tetap tidak ada rumusnya menjual ide.  Namun berkaca dari  subsektor industri kreatif yaitu tv broadcast dan animasi,  ide mengharuskan satu paket pengolahannya sebelum bisa dijual.  Ide harus dibuat jadi menjadi magnet.  Ide yang masih mentah akan tenggelam dalam berbagai ide lain yang sedang berlomba menjadi magnet.

(12 June 2015)