MEMBERI CONTOH

 

Selalu ada  2 pilihan dalam menjalankan  sesuatu:  memberi contoh atau meniru contoh.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar yang kita lakukan karena ada yang memberi contoh lebih dulu.  Menyetir mobil misalnya.  Sudah ada dan banyak yang bisa menyetir mobil sebelum kita bisa menyetir.  Sehingga menyetir mobil adalah proses meniru bukan proses eksperimen.

 

Sekarang bayangkan sebuah masalah yang sama sekali tidak ada contohnya. Dan kita sudah capek menunggu ada contoh yang bisa kita tiru.  Sementara untuk “memberi contoh”  terasa usahanya begitu berat.

 

Kasus seperti ini misalnya ada di dunia penyiaran tv.  Undang-undang menggariskan bahwa sistem penyiaran tv harus bertumpu pada lokalitas.  Yang ingin dirangsang untuk tumbuh adalah stasiun-stasiun tv lokal.  Hingga saat ini cerita mengenai stasiun-stasiun tv lokal adalah cerita tentang mati satu tumbuh seribu.  Ada cerita-cerita tentang stasiun-stasiun tv lokal yang tidak mampu mengongkosi biaya operasionalnya sehingga tidak bersiaran,  ada cerita-cerita tentang stasiun tv lokal berganti kepemilikan ke orang/institusi yang mempunyai modal jauh lebih besar,  ada cerita-cerita tentang puluhan bahkan ratusan permohonan baru untuk mendirikan stasiun tv lokal.

 

Diantara sekian banyak cerita, yang sedang ditunggu adalah cerita tentang stasiun tv lokal yang mampu bertahan dengan program-program lokal dan secara bisnis menguntungkan. Mengapa harus menguntungkan ?   Ya jelas,  tanpa keuntungan bagaimana mungkin sebuah institusi komersial bisa menghidupi operasionalnya.  Selama ini stasiun tv lokal merasa berat karena mayoritas peredaran uang ada di Jakarta.   Bahkan stasiun tv lokal yang ada di Jakarta pun bersaing dengan  stasiun-stasiun tv berjaringan nasional yang lebih menarik minat para pengiklan.

 

Pada akhirnya, di antara sekian banyak stasiun tv lokal ditantang untuk menunjukkan peran sebagai pemberi contoh.  Mampu memberikan contoh bahwa stasiun tv lokal pun bisa memiliki model bisnis yang menjamin  kehidupannya.  Di sini dibutuhkan INOVASI. Sebagian stasiun tv lokal berpikir:  daripada berdarah-darah mencoba menjalankan peran sebagai pemberi contoh atau inovator,  mending menunggu pihak lain menjadi inovator dan kita tiru dia.  Tapi jangan lupa, sekadar menunggu mempunyai risiko untuk ketinggalan terlalu jauh dengan kompetitor dan akhirnya mati.  Menjalankan peran sebagai pemberi contoh itu memang berat.  Tapi itu sepadan.

(4 June 2015)