PERLUKAH TIPS ?

 

 

Mungkin untuk sebagian orang yang tidak terbiasa berpikir divergen, perlu diberi tips-tips.  Berpikir divergen adalah cara berpikir untuk menemukan berbagai pilihan dan kemungkinan. Berpikir divergen adalah cara berpikir yang berusaha menembus berbagai pola yang sudah pernah ada.  Berpikir divergen adalah bagian dari berpikir kreatif. Sedangkan tips merupakan kebalikan dari berpikir divergen. Tips adalah kelanjutan dari asumsi bahwa solusi untuk sebuah masalah itu  cuma ada satu. Ketika seseorang berasumsi seperti itu –dan yakin terhadap asumsi itu karena selama ini pendidikan dan lingkungan menegaskan asumsi itu–  berpikir divergen menjadi sesuatu yang hampir mustahil untuk dikerjakan. Sehingga orang tersebut merasa aman dan nyaman ketika diberi tips.

 

Beberapa pelatihan mengeksploitasi tips-tips.  Pelatihan seperti ini menjanjikan sebuah tips sekaligus sebuah rumus untuk tujuan tertentu.  Yang paling banyak tentu saja tips menjadi sukses atau menjadi kaya.

 

Tips mestinya diperlakukan sebagai sebuah referensi mengenai cara yang telah diterapkan orang tertentu dan berhasil. Bahkan saat ini muncul tulisan-tulisan yang mengatakan bahwa sudah tidak mungkin lagi menjadi  Steve Jobs dengan Apple-nya atau menjadi Bill Gates dengan Microsoft-nya  atau menjadi Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya.   Mereka menempuh perjalanan unik yang sama sekali tidak bisa ditiru generasi berikutnya. Mereka berhasil di momen mereka.  Pesannya:  untuk bisa berhasil temukan cara anda sendiri, dengan belajar pada cara-cara yang membuat orang besar berhasil.

 

(2 June 2015)