ARTIFISIAL

 

 

Setiap kita pasti pernah melihat sebuah sinetron yang kesannya sangat dibuat-buat.  Aktingnya dibuat-buat.  Logikanya dibuat-buat. Dan kita sama sekali merasa tidak diyakinkan oleh cerita tersebut.  Itulah artifisial.

 

Tantangan seorang seniman:  membuat  sesuatu dengan hasil yang tidak dianggap sebagai dibuat-buat.

 

Kita semua adalah seniman. Setiap hari kita berkaitan dengan ‘membuat sesuatu’.  Dari tingkat paling sederhana sampai paling rumit.  Seringkali karena ingin membuat sesuatu yang sangat indah  justru menghasilkan sesuatu yang dibuat-buat. Artifisial.

 

Keinginan kuat untuk memperindah justru akan meninggalkan kewajaran. Sebuah presentasi yang dipenuhi berbagai ornamen dekorasi justru akan membuat kesan terlalu rumit.   Sebuah kesan tentang sesuatu yang terlalu rumit tentu tidak mendukung efektivitas penyampaian pesan.

 

Pada akhirnya, seperti kata Plato ribuan tahun lalu, “beauty of style and harmony and grace and good rhythm depend on simplicity.”     Keindahan itu justru ada di kewajaran.

(21 May 2015)