THEME SONG

 

Jika saya ditanya theme song film apa saja yang masih ingat sampai sekarang, mungkin saya hanya bisa menyebut beberapa saja. Diantaranya adalah “My Heart Will Go On dari film Titanic, Ada Apa Dengan Cinta dari film Ada Apa Dengan Cinta, Ayat Ayat Cinta dari film Ayat Cinta.” Satu tambahan lagi adalah sebuah theme song untuk mini seri tv yang saya ingat “Rahasia Hati dari Element untuk mini seri Cowok Komersil.” Saya ingat karena kebetulan saya yang menulis skenarionya.

Drama, di layar lebar maupun layar tv, tak sekadar sebuah cerita. Dalam cerita itu ada adegan-adegan. Dalam adegan-adegan itu ada emosi yang sengaja ditularkan kepada penonton. Dan upaya menularkan emosi itu tak lengkap jika tak ada musik atau lagu.

Ketika sedang menonton, music scoring membantu membangun mood dalam diri penonton. Suasana menegangkan, suasana dramatis, suasana sentimental. Namun ketika film selesai ditonton, music scoring itu tak terlalu diingat. Yang tertinggal adalah theme song yang mungkin masih sering diputar diradio atau tv atau konser. Sebuah theme song dari film yang sangat berkesan pasti akan meninggalkan kenangan yang bertahan lama. Sepuluh atau duapuluh tahun kemudian, theme song itu menjelma fungsinya menjadi penghubung dengan kenangan akan film tersebut. Kenangan akan adegan-adegan tertentu yang mengesankan. Kenangan yang disertai perasaaan ketika menonton film tersebut.

Sehingga theme song punya tugas tambahan: mengabadikan film.

Setiap kali terdengar lagu “My Heart Will Go On” sebagian orang masih teringat adegan Leornardo DiCaprio dan Kate Winslet sedang bergaya terbang di ujung buritan kapal. Pada akhirnya unsur KONEKSI dalam karya tidak hanya menghubungkan karya dengan khalayak sasaran pada saat itu tapi juga menghubungkan karya dan memori khalayak sasaran dalam jangka waktu panjang.

(11 May 2015)