SARAPAN

SARAPAN(6 May 2015)

Kualitas layanan dari sebuah hotel bisa dilihat dari sarapannya.

Ada hotel yang begitu ramainya sehingga ketika sarapan suasananya seperti sedang sarapan di pasar. Riuh dan tak menimbulkan selera. Yang standar adalah ucapan selamat pagi dan bertanya nomer kamar berapa. Tempat duduk favorit saya adalah kursi lurus yang menempel di tembok atau meja di sebelah jendela kaca sehingga bisa menikmati pemandangan di luar. Menjadi kurang nyaman ketika tempat sarapan ini dikelilingi tembok-tembok tanpa pemandangan sama sekali.

Setelah memilih tempat duduk, yang pertama saya cari adalah egg station : tempat melayani pesan telur omelet atau mata sapi. Saya biasa memesan telur mata sapi setengah matang. Saya anggap layanannya baik jika telur mata sapi setengah matangnya pas. Tidak terlalu mentah, tidak terlalu matang, dan ¨ yang penting ¨ tidak dibalik. Ada hotel yang melalaikan pesanan sehingga baru membuatnya ketika ditagih. Ada hotel yang membuat tapi kemudian menghidangkannya dalam keadaan sudah dingin.

Setelah egg station, tempat kedua yang ditengok adalah buah. Ada hotel yang mempersiapkan bagian buah ini dengan seirus. Jenis buahnya lengkap hingga salad yang juga lengkap. Ada hotel yang menyediakan buah ala kadarnya alias minimalis. Cuma 3 jenis: semangka, melon dan pepaya. Kualitas buah yang baik menurut saya ¨ tentu saja ini subyektif — bisa dilihat dari pepayanya: matang tapi tidak lembek sehingga bisa dikunyah

Giliran berikutnya yang ditengok adalah bagian roti. Roti yang harus ada adalah jenis baguette. Semacam roti buaya dengan ukuran jauh lebih kecil yang kita iris sendiri dengan pisau tajam tersedia di situ. Cukup dioles dengan mentega sudah enak. Mentega ini dalam kemasan kecil dengan merek yang bervariasi. Ada hotel yang meletakkan mentega ini dalam tumpukan es batu. Namun mentega yang terlalu dingin dan keras menyebabkan agak merepotkan untuk dioleskan dalam roti. Ada hotel yang menyajikan mentega dalam mangkuk kecil. Buat saya kurang menarik selera karena kesannya seperti mentega curah. Ada tambahan, menjadi bonus menyenangkan buat saya jika ada selai coklat, apalaginya jika coklatnya sedap.

Buat saya, sarapan sangat vital dalam membentuk customer experience yang akan membuat saya ingat dengan hotel itu atau melupakannya sama sekali. Sarapan adalah layanan utama sebuah hotel yang mestinya dirancang dengan sangat teliti agar pelanggan mendapatkan suasana pagi yang sempurna di hotel itu. Gagal dalam mendisain layanan sarapan ini akan berakibat langsung pada apakah pelanggan akan datang lagi atau tidak.

(6 May 2015)