KARAKTER FIKSI

 

Siapakah karakter fiksi yang paling banyak menghasilkan uang ? Terakhir Forbes membuat peringkat top earning of fictional character ini di tahun 2004. Di tahun itu yang menempati peringkat nomer satu adalah Mickey Mouse dan teman-temannya yang di tahun 2003 berhasil meraup uang $5,8 milyar. Sebuah angka yang fantastis !

Ada satu karakter fiksi yang meski menghasilkan $4 milyar tapi dicoret dari daftar Forbes, yaitu: hello kitty. Alasannya ? Sangat masuk akal. Daftar Forbes itu dibuat untuk karakter fiksi yang memulai debut sebagai karakter di sebuah cerita, sedangkan hello kitty tidak berada di cerita apapun. Dengan kata lain hello kitty semata-mata sebuah produk merchandise.

Apa karakter fiksi yang dimiliki indonesia ? Sebut saja salah satu contohnya: Unyil. Berapa penghasilan unyil ? Yang terlihat, Unyil ada di sebuah program tv Laptop Si Unyil 5 kali seminggu. Katakanlah (hanya perkiraan) bayaran Unyil per episode itu sama dengan bayaran seorang host/presenter pemula di sebuah program: kurang lebih Rp 1 juta per episode. Berarti kalau dalam setahun ada 240 episode maka penghasilan Unyil selama 1 tahun adalah Rp 240 juta. Sampai saat ini belum terlihat karakter fiksi Unyil digunakan untuk iklan atau merchandise. Apakah angka Rp 240 juta cukup lumayan untuk sebuah karakter fiksi indonesia ? Penilaian atas lumayan atau tidak, cukup dibandingkan dengan Mickey Mouse yang bisa menghasilkan $ 5,8 milyar.

(18 April 2015)

FREITAG

 

Adakah inovasi yang kebetulan ?
Ini cerita tentang dua bersaudara Daniel Freitag dan Markus Freitag. Alkisah di awal tahun 1990-an Daniel bekerja sebagai seniman komersial dan Markus mahasiswa di Zurich Institute of art and design. Di tahun 1993, dalam keadaan hujan Markus bersepeda membawa beberapa sketsa disain menuju kampus. Dan, sketsa disainnya basah kena hujan.

Dari kejadian kehujanan itu, Markus membayangkan punya semacam tas kurir yang pernah dilihatnya di New York. Tapi tas semacam itu tidak ada di Zurich. Hingga pada suatu sore, Daniel dan Markus berbincang tentang ide membuat tas yang akan menjaga isinya tetap kering dan terlindungi. Daniel dan Markus sepakat untuk menggunakan bahan daur ulang seperti sabuk keselamatan untuk tali pengikatnya dan bagian dalam ban sepeda untuk bagian tepi tas. Tapi keduanya masih belum paham mengenai yang terpenting: terbuat dari bahan apakah tas itu.

Suatu hari Markus memandang ke luar jendela dapur: pemandangan di jalan bebas hambatan. Terlihat truk-truk yang ditutup terpal warna-warni dihiasi logo dan disain (Swiss adalah negara transit. Semua pelabuhan besar di utara Rotterdam dan Hamburg, dalam perjalanannya menuju Italia semuanya melewati zurich). Apa yang dilihat Markus ini membersitkan ide tersendiri.

Beberapa minggu kemudian Markus pergi ke pangkalan truk dan mengambil sekitar 10 meter persegi terpal truk yang dibuang. Daniel dan Markus pun membersihkan terpal dari bau tak sedap dan oli itu di kamar apartemen mereka. Kemudian mereka meminjam mesin jahit untuk membuat sebuah tas. Daniel sedang ada di San Francisco pada saat itu, maka Markus mengirimkan lewat pos tas itu ke Daniel. Daniel melakukan uji coba terhadap tas itu pada kurir bersepeda di San Francisco. Si kurir sangat menyukainya, begitu juga teman-teman Daniel dan Markus. Keduanya pun terus membuat tas dengan sebuah konsep: tak ada 2 tas produksi mereka yang serupa. Jadi setiap tas yang diberi merek Freitag itu adalah unik dan tidak ada duanya dalam pengertian yang harafiah. Investasi pertama mereka adalah sebuah mesin jahit industri yang dibeli dengan harga 1000 euro.

Keduanya mulai berproduksi di kamar apartemen itu. Mereka memberi tas itu ke tetangga-tetangga apartemen supaya mereka tidak protes atas kebisingan yang ditimbulkan dari produksi itu. Tapi tak lama kemudian mereka sudah mendapatkan sebuah gudang untuk pencucian dan produksi. Pada awalnya mereka mengerjakan semuanya sendiri: membersihkan, memotong, menjahit dan juga melakukan pengujian. Freitag dmulai dengan cara-cara kuno. Keduanya memproduksi 10 tas dan kemudian menjualnya ke teman. Kemudian memproduksi 20 dan menjualnya lagi. Begitu seterusnya. Tumbuh dengan sangat lambat. Sekarang freitag memproduk sekitar 150.000 tas per tahun.

Tahun 2003 Freitag Lab. (bisa berarti laboratory atau label) mengantungi pendapatan sebelum pajak sebesar 52 juta dolar AS.

Freitag tersedia di 350 toko di Swiss, Jerman, Austria, Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Italia, Spanyol, Portugal, Swedia, Denmark, Finlandia, Irlandia, Yunani, Turki, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang, Kanada, China, dan Singapura. Di Swiss, Freitag lazim terlihat di keranjang sepeda anak perempuan yang ke sekolah.

Apakah keberhasilan Freitag bersaudara ini semata-mata karena kebetulan melihat truk dengan terpal warna-warni ? Ada ribuan orang yang melihat terpal-terpal truk itu tapi tidak terjadi apa-apa.

(16 April 2015)

UPIN IPIN

 

Sebuah ide yang terlontar di satu tempat bisa saja telah terpikir di tempat lain dan dengan cepat direalisasikan. Beberapa tahun lalu ada seminar mengenai fiction character dan secara berkelakar saya menyebut: “kalau saya pegang brand seperti Upin-Ipin, saya akan segera buatkan drama musikalnya. Brand ini sudah begitu akrabnya dengan anak-anak sehingga pasti anak-anak merengek-rengek ke orang tuanya untuk membeli tiket drama musikal upin-ipin.”

Tak berapa lama muncul iklan sebuah koran nasional mengenai drama musikal Upin-Ipin lengkap dengan kesempatan untuk berfoto bersama upin ipin.

Upin ipin adalah sebuah aset. Upin ipin adalah talent yang bisa terus dijual tanpa diberi makan dan tidak akan menua. Sampai sepuluh tahun ke depan pun brand Upin Ipin akan dipelihara oleh sejumlah anak-anak yang tumbuh jadi remaja bersama cerita-cerita upin ipin. Bahkan 30 tahun kemudian anak-anak ini menjadi orang tua yang akan sangat menganjurkan anak-anak mengenal cerita-cerita upin ipin.

Uniknya, Upin-Ipin akan bertahan 10 sampai 20 tahun ke depan tapi Upin Ipin tetap bertahan sebagai karakter anak-anak, Upin-Ipin tidak mengalami proses penuaan.

(26 April 2015)