catatan dan inspirasi

SAFETY ZONE

 

Istilah comfort zone sudah sangat sering disebut. Lepas dari pemaknaan yang betul atau tidak.

Seth Godin menambah satu istilah lagi yang sangat jarang disebut: safety zone. Ada perbedaan antara comfort zone dan safety zone. Seorang pendaki gunung yang paham kapan dia berada di luar safety zone akan merasakan gangguan terhadap comfort zone-nya sehingga dia menunda pendakian sampai keesokan harinya. Seluruh kehidupan kita, menurut godin, adalah persoalan koordinasi antara comfort zone dan safety zone. Belajar kapan saatnya menekan, kapan saatnya mundur, memahami bagaimana rasanya jika berhadapan dengan sesuatu yang tampaknya berbahaya. Sampai suatu titik dimana kita tidak punya waktu lagi untuk terus-terus menerus mengevaluasi safety zone kita. Kita pun hanya berkonsentrasi pada comfort zone. Akhirnya kita pun berasumsi bahwa apa pun yang membuat kita nyaman (comfort zone) pasti membuat kita aman (safety zone). Zaman berubah, dunia ekonomi berubah. Segala aturan berubah. Akibatnya: safety zone ikut berubah, tapi comfort zone tidak berubah.

Menurut Godin, kita melakukan kesalahan. Kita menetapkan sebuah safety zone yang tidak cukup kuat yaitu safety zone yang bertumpu pada otoritas dan kepatuhan. Kita membangun comfort zone di antara sikap yang berusaha patuh (pada otoritas) sekaligus ingin tidak terlihat (tersembunyi dari siapapun). Akibatnya kita menjadi sangat jauh dari gerak perubahan.

Ini kata-kata penting dari Godin: sebanyak apapun buku yang dibaca dan sebanyak apapun seminar yang dihadiri, tapi jika anda tidak memperhitungkan bagaimana menyatukan comfort zone dengan safety zone saat ini, semua strategi tidak akan berhasil membantu anda.

Kesimpulannya sederhana: Tetap ada safety zone tapi tempatnya telah bergeser dari tempat semula. Bukan di tempat yang membuat anda nyaman. Safety zone yang baru adalah tempat dimana seni dan inovasi dan destruksi dan kelahiran kembali terjadi. Safety zone yang baru adalah bentuk penciptaan tanpa henti secara personal yang jauh lebih dalam.

(22 April 2015)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *