OPRAH

 

Di sebuah kamar hotel secara kebetulan saya menyaksikan Oprah Winfrey show episode memberi penghargaan pada perjuangan seorang ibu. Kali ini si ibu bernama Monica. Saat melahirkan anak kedua, si ibu terkena sejenis bakteri yang menyebabkan dia harus diamputasi 2 tangan dan 2 kakinya. Sebuah cobaan yang dahsyat. Monica bercerita ketika diputuskan harus diamputasi, dia hanya mengatakan lakukan amputasi itu. Tuhan hanya menguji saya untuk melakukan segala hal tidak dengan lebih mudah.

Kemudian narasi mengatakan bahwa bukannya meratapi kemalangannya, Monica menjalani hidupnya dengan optimisme yang sangat mengagumkan. Lihatlah ekpresi Oprah. Tidak terlihat ekspresi mengasihani. Yang ada adalah ekspresi kekaguman pada perjuangan Monica. Penonton pun tersentuh.

Oprah kemudian menghadirkan Nate Berkus, seorang disainer interior. Nate mengungkapkan rasa perhargaannya pada Monica dengan kalimat dan ekspresi yang begitu tertata sehingga tidak bisa tidak penonton merasakan ketulusan Nate Berkus. Berikutnya Oprah memberitahu Monica bahwa Nate Berkus sengaja merancang khusus sebuah rumah agar Monica bisa menjalani kehidupan sehari-hari sebagai istri dan ibu dari 2 anak dengan jauh lebih mudah.

Empati itu sebentuk kebajikan. Empati juga sekaligus tema yang mendominasi era konsepsional. Empati yang dikelola dengan sangat kreatif dalam sebuah tayangan televisi itu akan menyebarkan kebajikan dan keindahan.

(20 April 2015)