UPIN IPIN

 

Sebuah ide yang terlontar di satu tempat bisa saja telah terpikir di tempat lain dan dengan cepat direalisasikan. Beberapa tahun lalu ada seminar mengenai fiction character dan secara berkelakar saya menyebut: “kalau saya pegang brand seperti Upin-Ipin, saya akan segera buatkan drama musikalnya. Brand ini sudah begitu akrabnya dengan anak-anak sehingga pasti anak-anak merengek-rengek ke orang tuanya untuk membeli tiket drama musikal upin-ipin.”

Tak berapa lama muncul iklan sebuah koran nasional mengenai drama musikal Upin-Ipin lengkap dengan kesempatan untuk berfoto bersama upin ipin.

Upin ipin adalah sebuah aset. Upin ipin adalah talent yang bisa terus dijual tanpa diberi makan dan tidak akan menua. Sampai sepuluh tahun ke depan pun brand Upin Ipin akan dipelihara oleh sejumlah anak-anak yang tumbuh jadi remaja bersama cerita-cerita upin ipin. Bahkan 30 tahun kemudian anak-anak ini menjadi orang tua yang akan sangat menganjurkan anak-anak mengenal cerita-cerita upin ipin.

Uniknya, Upin-Ipin akan bertahan 10 sampai 20 tahun ke depan tapi Upin Ipin tetap bertahan sebagai karakter anak-anak, Upin-Ipin tidak mengalami proses penuaan.

(26 April 2015)