Aris Ananda | Creative Action Trainer

Modul: creative service design

Secara bersamaan kita berada dalam era konsepsional (dalam buku Whole New Mind dari Daniel H.Pink) dan service economy.

Umat manusia telah mengalami evolusi dari era pertanian ke era industry. Kemudian menjadi era informasi (para pekerja pengetahuan) dan di abad 21 ini menjadi era konsepsional yang fokus pada dua komponen besar: high concept dan high touch. Semua ini memicu pada tumbuhnya para pekerja otak kanan alias pekerja kreatif. Sementara itu perkembangan dunia juga menunjukkan bahwa ekonomi mengarah pada ekonomi jasa. Maksudnya ? Jika pada tahun 1940-1960 an yang berjaya adalah perusahaan-perusahan manufaktur penghasil produk fisik seperti mobil maka di tahun 2000 an yang berjaya adalah perusahaan jasa, baik itu jasa keuangan seperti bank, asuransi maupun teknologi informasi yang berbasis jasa. Kontribusi sektor jasa terhadap Produk Domestik Bruto lebih dari 70% di negara besar seperti Amerika Serikat. Bahkan perusahaan-perusahaan internet yang jelas-jelas mengandalkan pada jasa –seperti google, facebook, twitter, instagram -- mampu mengumpulkan uang yang luar biasa besar.

Sehingga di satu sisi kita berada dalam era konsepsional yang sangat membutuhkan kreativitas, di sisi lain kompetisi saat kini yang membutuhkan layanan-layanan inovatif juga sangat membutuhkan kreativitas. Perusahaan yang para pegawainya mengalami ketertinggalan kreativitas tidak akan mampu menghasilkan layanan-layanan inovatif yang pada gilirannya akan semakin kalah dalam persaingan.

Sehingga di satu sisi kita berada dalam era konsepsional yang sangat membutuhkan kreativitas, di sisi lain kompetisi saat kini yang membutuhkan layanan-layanan inovatif juga sangat membutuhkan kreativitas. Perusahaan yang para pegawainya mengalami ketertinggalan kreativitas tidak akan mampu menghasilkan layanan-layanan inovatif yang pada gilirannya akan semakin kalah dalam persaingan.