catatan dan inspirasi

Recent Posts

FIND YOUR WHY

FIND YOUR WHY

“The goal is not  just to sell to people who need what you have; the goal is to sell to people who believe what you believe. The goal is not just to hire people who need a job but it’s hire people who believe what […]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
OUTPUT KREATIF

OUTPUT KREATIF

Orang bisa dengan gampang mengaku sebagai kreatif.  Tapi pada akhirnya pengakuan itu dicocokkan dengan outputnya.  Apa saja output kreatif  itu  ?  Segala hal dalam bentuk tulisan,  disain gambar,  strategi bisnis,  bentuk bisnis,  film, lagu,  notasi dan segala macam yang riel. Orang bisa dengan gampang untuk […]

ORANG DAN IDE

ORANG DAN IDE

Setidaknya ada 3 macam orang dalam kaitan dengan  ide.

Pertama,  orang yang merasa bahwa dirinya adalah satu-satunya penghasil ide yang kompeten.  Alhasil,  ide terbaik hanya berasal dari dirinya.  Siapapun yang mendengar  idenya harus merasa beruntung karena diberi ide yang sangat hebat  itu.  Jika ada orang  yang menunjukkan respons negatif terhadap ide itu, maka orang itu   tidak mempunyai imajinasi cukup baik dalam memahami  hebatnya ide itu .

Kedua, orang yang merasa bahwa ide baru itu tidak penting:   dunia sudah berjalan dengan sendirinya sehingga tidak ada gunanya berusaha menghadirkan ide-ide baru dalam menciptakan cara baru  dunia berjalan.  Berbagai pemikiran (tak perlu baru) hanya muncul sebagai respons terhadap problem yang menghambat jalannya dunia. Ketika mesin produksi ngadat, baru direspons untuk mencari cara membuat mesin itu berjalan normal lagi.  Tapi selama mesin itu tak bermasalah,  maka tidak perlu  pemikiran-pemikiran baru untuk efisiensi atau apapun.

Ketiga, orang yang merasa bahwa ide adalah bagian terpenting dirinya dalam beraktualisasi:  apapun bidangnya dia selalu merasa berkebutuhan untuk mendengar ide-ide dari banyak orang.  Dari kolega, bawahan bahkan orang-orang di luar perusahaan. Rutinitas tak ubahnya arus sungai yang membuat orang lengah.   Setiap ide baru dihargai sebagai sebuah kesempatan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik.  Sehingga orang ini cenderung menjadi pendengar yang baik meski kadang-kadang pengalaman menunjukkan bahwa ide yang bisa diterapkan dengan sangat baik tak lebih dari 1% dari seluruh ide yang muncul.     Orang seperti ini mengalir riang di antara kegagalan dan keberhasilan ide-ide sepanjang hidupnya.  Kegagalan dan keberhasilan tak akan menghentikannya  untuk menghasilkan ide-ide. Karena, menurut pemahamannya,  dalam hati setiap manusia pada dasarnya tersimpan hasrat untuk mencipta.

(8 August 2017)

VAD MODEL

VAD MODEL

Kita selalu penasaran dengan mengapa materi-materi tertentu bisa viral –bahkan luarbiasa viral—di media sosial sedangkan materi yang lain tidak sama sekali.  Dari berbagai  berita viral belakangan ini ada 3 berita (video) viral yang bisa jadikan contoh.   Ketiganya berkaitan dengan kekerasan fisik dan bullying.  Yang pertama  […]

REVERSE THINKING

REVERSE THINKING

  Ada beberapa penulis mempromosikan teknik reverse thinking (berpikir terbalik). Salah satunya adalah Cyriel Kortleven. Kita tidak mengikuti logika normal dari sebuah masalah (atau elemen penting dari masalah)  tapi membaliknya dan menemukan ide-ide yang berlawanan.  Berbagai pengalaman menunjukkan selalu menyenangkan untuk melihat sisi berlawanan atau […]

ORIGINALS

ORIGINALS

Adam Grant dalam bukunya Originals memberi analogi yang sangat tepat mengenai  ide baru sulit sekali untuk bisa dipresentasikan agar diterima orang lain.  Ibaratnya kita melakukan ketukan dengan jari tangan  kita di meja mengikuti irama sebuah lagu dan orang lain diminta merasakan lagu yang sama.  Ada variasi jutaan lagu yang ada di benak orang lain. Tak mungkin tertebak. Kecuali jika kita memberi kode atas lagu yang kita mainkan lewat ketuk jari tersebut.

 

Misalnya,  kita menyebutkan 2  lagu yang sangat populer “nina bobo” dan  “bintang kecil, maka dengan mudah kita akan mengarahkan persepsi orang lain untuk menebak  lagu yang kita mainkan lewat ketukan jari tersebut.  Dengan kata lain,   pendengar harus dibuat merasa familiar dengan ide baru tersebut.  Berdasarkan penelitian, setidaknya ide baru itu harus disebut selama minimal 20 kali agar pendengar merasa akrab dengan ide baru tersebut. Setelah itu pendengar terbukti lebih siap untuk mendengarkan ide baru yang akan disampaikan.

 

Tentu saja cara untuk membuat ide baru itu menjadi familier itu bisa macam-macam.  Misalnya dalam pertemuan informal sebelum presentasi resmi beberapa kali melontarkan atau menyebut  ide baru tersebut.  Intinya,  otak perlu mendapatkan pembiasaan atas sebuah ide.  Ide yang terlalu asing atau tidak dikenali akan mengalami penolakan yang sangat kuat.

(5 June 2017)

KOMENTAR

KOMENTAR

  Apakah komentar itu penting ?   Bisa jadi kita diminta secara khusus oleh seseorang untuk memberikan komentar mengenai sesuatu.    Tapi setelah kita bersungguh-sungguh memberikan komentar, ternyata orang tersebut sebenarnya tidak perlu-perlu amat dengan komentar itu.  Sehingga komentar itu tidak mengubah apapun atau tidak memberi […]

PENGULANGAN

PENGULANGAN

Untuk media penyiaran tv,  bulan puasa adalah bulan seasonal untuk programnya.  Strategi programnya memang khusus selama 1 bulan puasa.  1 bulan yang dianggap spsesial.  Lokasi prime timenya pun berbeda dibandingkan 11 bulan lainnya.  Di bulan-bulan biasa prime time nya ada di pk 18.00 sampai 22.00. […]

PREDIKSI

PREDIKSI

 

Mungkinkah memprediksi tindakan manusia ?

 

Ide seperti itu yang menjadi inti dari cerita film seri Person of Interest karya Jonathan Nolan.  Menciptakan sebuah mesin yang menyerap semua video  yang merekam segala aktivitas manusia di seluruh dunia kemudian melalui perhitungan algoritma akan memberikan berbagai kesimpulan untuk mencegah terjadinya kejahatan atau bencana.

 

Mesin ini memang membantu memecahkan masalah, tapi mesin ini tidak bisa meramalkan dirinya sendiri.  Mesin tidak mampu memprediksi adanya campur tangan manusia lain terhadap dirinya.

 

Film seri ini seakan bicara tentang kecenderungan manusia untuk mampu memprediksi masa depan dengan cara memprediksi perilaku manusia. Tapi pada akhirnya masa depan tetap sebuah ketidakpastian.   Mungkin saja kita mampu mengumpulkan kepastian-kepastian kecil berdasarkan data untuk memprediksi masa depan.  Tapi begitu banyaknya variabel dalam perilaku manusia membuat masa depan akan tetap menjadi ketidakpastian.  Dan bukankah itu justru menariknya ketika masa depan seperti kejutan untuk kita

(23 May 2017)

DUNIA LEWAT MATA INTROVERT

DUNIA LEWAT MATA INTROVERT

  Introvert adalah kecenderungan untuk lebih menyukai kesendirian dibandingkan bersama orang lain.  Seorang introvert, sebagian atau seutuhnya puas dengan kesendirian.   Banyak aktivitasnya membutuhkan ketenangan.    Orang-orang yang memisahkan diri dari kerumunan pesta hampir bisa dipastikan sebagai introvert.  Tapi orang yang sedang mengalami depresi bukan berarti introvert.  […]


My Diary

Post ID:

 

Introvert adalah kecenderungan untuk lebih menyukai kesendirian dibandingkan bersama orang lain.  Seorang introvert, sebagian atau seutuhnya puas dengan kesendirian.   Banyak aktivitasnya membutuhkan ketenangan.    Orang-orang yang memisahkan diri dari kerumunan pesta hampir bisa dipastikan sebagai introvert.  Tapi orang yang sedang mengalami depresi bukan berarti introvert.  Introvert  bahagia dengan kesendiriannya.  Tentu saja orang introvert perlu teman seperti orang-orang lain dan butuh kehidupan sosial,  tapi dia tidak butuh harus bersama orang-orang lain untuk merasa bahagia.  Aktivitas yang melihatkan banyak orang membuat orang introvert cemas. Orang introvert bukannya punya kecemasan dalam berhubungan dengan orang ramai,  mereka hanya tidak menyukai itu.

 

Sehingga orang introvert cenderung sangat selektif dalam memilih aktivitas, yang pada gilirannya menjadikannya pandai dalam manajemen waktu.   Bill Gates dan Warren Buffet adalah termasuk introvert.  Karena itu menarik juga mencoba mendengar persepsi orang-orang introvert atas beberapa hal  (berdasarkan imajinasi atas karakter introvert)

 

Reuni:  “ini adalah aktivitas konyol.  Ngapain reuni berulang-ulang.  Seakan-akan orang-orang itu ingin mengawetkan masa lalu.  Iya benar kita pernah satu kelas saat SMP.   Kita kenal semuanya,  tapi ingat:  bukan semuanya teman dekat kita.  Kita paling bersahabat dengan dua atau tiga orang. Yang selalu bersama-sama dan saling memberi kabar terakhir.  Jadi ngapain 30 sampai 40 orang dalam satu kelas dikumpulkan lagi berulang-ulang setelah 30 tahun kemudian.  Apakah mereka pikir setelah puluhan tahun kita menjadi teman dekat.  Tidak.  Yang kita merasa tidak nyambung ya tetap tidak nyambung.  Yang kita merasa asing ya tetap asing berapa puluh tahun pun setelah itu.    Reuni cukup sekali dalam sepuluh tahun.  Setelah itu biarkan mereka secara alamiah berkumpul sendiri-sendiri berdasarkan apa yang mereka sebut sebagai persahabatan.

 

Antara konser dan nonton film:   “sungguh tak pernah terpikirkan untuk jingkrak-jingkrak bersama dengan dilihat banyak orang dalam sebuah keramaian yang terlalu berisik.  Saya lebih suka menonton film.  Saya bisa menikmati kedalamannya.  Saya bisa menikmati pesan-pesannya.  Kalau kemudian terhanyut sendirian,  itu melegakan bisa meneteskan air mata tanpa dilihat orang lain.

 

Rapat: “masih saja ada pemborosan waktu melakukan rapat dengan sangat banyak orang untuk menyelesaikan masalah.  Untuk mendapatkan gambaran mengenai akar permasalahan saja mesti menghabiskan waktu bermenit-menit untuk mendengarkan belasan versi berbeda mengenai sebuah masalah.  Mestinya  saya sendiri bisa mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya dengan bicara dengan orang-orang yang punya kaitan tanggung jawab dengan masalah  itu satu per satu.  Itu lebih efektif.

(22 May 2017)